Pendidikan & Budaya

Orang Tua Harap Sekolah Tatap Muka, UPTD SPF SD 73 Lamogo Gelar Sosialisasi 

35
×

Orang Tua Harap Sekolah Tatap Muka, UPTD SPF SD 73 Lamogo Gelar Sosialisasi 

Sebarkan artikel ini

Kepala UPTD SPF SDB 73 Lamogo Karmawati.,S,Pd.,M.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya

KABAR-SATU, SOPPENG, — UPTD Sekolah Pendidikan Formal (SPF) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 73 Lamogo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, melaksanakan sosialisasi pembelajaran tatap muka dengan orang tua siswa, Kamis (19/11/2020).

Kepala UPTD Sekolah Pendidikan Formal (SPF) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 73 Lamogo Karmawati.,S,Pd.,M.Pd mengatakan, saat ini, sementara dilakukan sosialisasi dan tentunya persetujuan orang tua siswa untuk nantinya di buka sekolah tatap muka sangat penting.

Menurut wanita berhijab ini, untuk menerapkan pembelajaran tatap muka, pertama -tama pihaknya mengadakan kegiatan sosialisasi dengan orang tua/wali siswa, bersama pengurus komite sekolah, tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Wanita yang murah senyum ini mengatakan, setelah itu, pihaknya meminta persetujuan dari orang tua/wali siswa, yang dituangkan dalam surat pernyataan, dan pihaknya juga akan meminta surat keterangan dari Pemerintah Desa dan beberapa berkas yang lain, yang harus di penuhi, sebagai kelengkapan berkas usulan pelaksanaan Pembelajaran tatap muka.

“Untuk penerapan sekolah tatap muka, harus saling bekerja sama dengan orang tua siswa dengan pihak sekolah untuk penetapan protokol kesehatan, ” kata wanita yang akrab bergaul ini.

Ia mengakui, Orang tua siswa juga selama ini sangat berharap agar sekolah dengan tatap muka dilaksanakan. Pasalnya, menurut mereka pembelajaran tatap muka langsung didampingi oleh gurunya lebih efektif, dibandingkan apabila orang tua sendiri yang mendampingi mereka.

Tak hanya itu sambungnya, dalam pembelajaran daring yang dilaksanakan, juga kadang terkendala signal lemah, sehingga sedikit sulit untuk mengontrol murid dalam belajar daring.

Disebutkan, jumlah murid di sekolahnya hanya sekitar 57 orang, sehingga bilamana pembelajaran tatap muka dilakukan, secara protokol kesehatan memenuhi salah satu syarat yaitu jaga jarak minimal 1,5 m didalam ruang kelas.

“Jika kelak akan di berlakukan. Sekolah tatap muka, maka akan dilaksanakan dalam satu sesi saja, dengan proses belajar setiap hari,karena siswa di sekolah kami di setiap kelas di bawah 16 murid,”jelasnya.

“Nantinya selain menyediakan alat pengukur suhu (thermo gun), tempat cuci tangan, menjaga jarak, serta memakai masker, pihak sekolah juga tetap menyediakan masker cadangan, siapa tahu ada murid yang lupa bawah,”tambahnya.

Sekedar diketahui, Kepala sekolah bersama Pengawas TK/SD wilayah IV, sangat menghimbau dan meminta kerjasama kepada orang tua siswa, agar terus mengingatkan anak-anak mereka untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di rumah, agar kita semua bisa terhindar dari pandemo COVID 19 (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page