Kandep kemenag soppeng H. Afdal, S.Ag., M.M saat meneyerahkan ijazah (foto ono)
KABAR-SATU,SOPPENG — Kesedihan yang mendalam menyelimuti suasana MTsN Soppeng saat acara perpisahan kelas 9 dilaksanakan. Rabu (10/6/2026). Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Soppeng Siliwarni Karim, S.Pd., M.Pd dengan mata yang berkaca-kaca, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas musibah yang menimpa armada angkutan siswa milik madrasah. Sebuah mobil Carry bernomor polisi DW 1910 AB yang dikemudikan Mansi (50), warga Congko, terjun ke sungai setelah menghindari lubang di jembatan Sentral, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng selasa kemarin. Pernyataan duka itu disampaikan Siliwarni saat memberikan sambutan dan ia tak mampu menahan kesedihannya di hadapan seluruh hadirin.
Musibah itu menimpa kendaraan yang selama ini telah berjasa mengantarkan para siswa MTsN Soppeng menuju pintu ilmu pengetahuan. Mobil angkutan tersebut telah beroperasi melayani siswa selama beberapa tahun lamanya, menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian madrasah. Kini, kendaraan yang sarat kenangan itu telah terbaring di samping jembatan setelah di lakukan evakuasi aparat lalulintas polres soppeng bersama warga , meninggalkan duka yang sulit diungkap.
Dalam musibah tersebut, pengemudi Mansi dilarikan ke fasilitas kesehatan dalam kondisi pingsan, meski tidak lama kemudian berangsur sadar dan kondisinya mulai membaik. Meski demikian, satu orang siswa kelas VII yang turut berada di dalam kendaraan dinyatakan mengalami patah tulang dan kini tengah dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif. Kabar itu menjadi luka tersendiri bagi seluruh keluarga besar madrasah.
Di tengah tangis Siliwarni menegaskan musibah ini adalah ujian dari Yang Maha Kuasa yang harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.
“Kami sebagai manusia biasa, ini merupakan peristiwa yang tentunya Allah tidak akan memberikan cobaan jika umat-Nya tidak sanggup memikulnya,” tuturnya Sambi sesekalimengusap air matanhya.
Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama memanjatkan doa demi kesembuhan siswa yang saat ini tengah berjuang dalam masa perawatan.

Kesedihan Siliwarni semakin terasa berat manakala ia mengungkapkan pada hari madrasah sejatinya tengah menggelar sebuah kegiatan yang diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh warga madrasah, termasuk mereka yang baru saja mengalami musibah. Harapan itu pupus begitu saja oleh kehendak takdir.
“Kami sangat bersedih karena hari ini ada kegiatan dengan harapan mereka bisa bahagia, namun takdir berkata lain. Kami hanya berusaha, Tuhanlah yang menentukan,” ucapnya.
Mewakili keluarga besar MTsN Soppeng Siliwarni Karim secara tulus dan dengan penuh rasa tanggung jawab menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh orang tua siswa serta masyarakat luas atas peristiwa yang tidak pernah diduga dan tidak pernah diinginkan oleh siapa pun itu. Ia pun mengakhiri sambutannya dengan mengajak semua yang hadir untuk bersatu dalam doa.
“Mari sama-sama kita doakan agar anak kami bisa diberikan kemudahan dan kesehatan, serta cepat pulih seperti sediakala, begitu pun dengan sopirnya,” pungkasnya lirih.
Hen












