foto ilustrasi (int)
KABAR-SATU,SOPPENG — Sejumlah nasabah Koperasi Pendidikan Agama (KOPENDAS) Kabupaten Soppeng mengharap aparat kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pencurian brankas yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.
Desakan itu menguat setelah brankas yang menjadi objek pencarian ditemukan dalam kondisi kosong seluruh isinya diduga telah dijarah oleh pelaku sebelum meninggalkan barang bukti.
Brankas milik kopendas ditemukan di sekitar kawasan Tessiabeng, Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng beberapa tahun lalu. Meski penemuan itu sempat menjadi titik terang dalam penyelidikan harapan para nasabah kembali sirna ketika diketahui isi brankas telah raib.
Brankas tersebut kini telah dijadikan barang bukti oleh kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Salah seorang nasabah Wr yang mengaku memiliki simpanan puluhan juta rupiah di koperasi tersebut menegaskan, profesionalisme kepolisian kini tengah dipertaruhkan.
“Profesionalismenya diuji. Polisi harus usut tuntas.” tuturnya.
Senada dengan itu, nasabah lain Rs turut menyuarakan keprihatinannya dan mempertanyakan perkembangan penanganan kasus ini.
“Memang sangat lambat. Karena ini sudah lama sekali dan tidak ada informasi baik dari masyarakat maupun dari aparat,” tutur Rs.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra membenarkan pihaknya sudah memiliki rekaman CCTV yang menampilkan wajah terduga pelaku. Namun ia mengakui, identitas pasti pelaku belum ada yang bisa di pastikan.
“Beberapa nama sudah kami dalami, tetapi belum ada yang bisa kami simpulkan secara pasti sebagai pelaku,” ujar Dodie saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (10/3/2026).
“penyelidikan tetap berjalan dan kami terus melakukan upaya identifikasi guna memastikan siapa pelaku sebenarnya, “ ujar Dodie menambahkan.
Para nasabah berharap kepolisian segera menetapkan tersangka guna memenuhi rasa keadilan bagi seluruh nasabah kopendas yang telah lama menanti kepastian hukum atas kerugian yang mereka alami.
Tim































