Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 5/D1304-20.11/IV/2026







Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 4/D1304-20.11/IV/2026


Hukum & Kriminal

Rekonstruksi Ungkap Motif Pembunuhan di Wisma Umega Soppeng Harta Korban Jadi Sasaran

×

Rekonstruksi Ungkap Motif Pembunuhan di Wisma Umega Soppeng Harta Korban Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini

tersangka Bayu saat. memperagakan sejumlah adegan ( foto dok)

KABAR-SATU, SOPPENG — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terhadap Nurul Izzah, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan tersangka Bayu untuk memperagakan langsung rangkaian peristiwa yang diduga berujung pada kematian korban.

Rekonstruksi dipusatkan di Wisma Umega, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, serta mencakup lokasi lain yang berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk wilayah Desa Congko. Dalam prosesnya, penyidik mencocokkan keterangan tersangka dengan bukti yang telah dikantongi serta keterangan para saksi.

Sejumlah adegan diperagakan, mulai dari pertemuan awal antara tersangka dan korban hingga proses pemindahan jasad korban. Polisi menyebut, langkah ini penting untuk memastikan kesesuaian kronologi kejadian secara menyeluruh.

Dari hasil rekonstruksi, peristiwa bermula pada 4 Maret 2026, saat tersangka menginap di Wisma Umega bersama seorang perempuan. Di waktu yang bersamaan, korban juga berada di lokasi tersebut. Interaksi keduanya terjadi setelah korban melaporkan kehilangan gelang miliknya di area penginapan.

Meski barang tersebut kemudian ditemukan, hubungan antara keduanya berlanjut. Dalam salah satu adegan, tersangka melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan korban tidak berdaya.

Setelah kejadian tersebut, tersangka memperlihatkan perilaku yang dinilai tidak wajar. Ia sempat berada di sekitar kamar, lalu meninggalkan korban dalam kondisi tak berdaya. Bahkan, tersangka diketahui sempat berpindah kamar dan memantau situasi dari lokasi lain.

Beberapa hari kemudian, tersangka kembali ke kamar dan mendapati kondisi korban telah meninggal dunia. Ia kemudian membungkus tubuh korban dan membawa jasad tersebut menggunakan kendaraan sebelum akhirnya dibuang di wilayah Desa Congko.

Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Rama Putra, mengungkapkan, motif utama dalam kasus ini adalah keinginan tersangka untuk menguasai barang milik korban.

“Motifnya, pelaku ingin mengambil barang milik korban,” ujarnya.

Sebelumya di beritakan, Jenazah Nurul Izzah (korban Red) ditemukan Senin, 30 Maret 2026 lalu, di sebuah perkebunan di Desa Congko, Kecamatan Mario Riwawo. Kondisi korban sangat mengenaskan, terbungkus kantong plastik sampah dan selimut dalam kondisi sudah membusuk.

dimana Pihak keluarga menyebut motif tersebut adanya indikasi penculikan yang disertai pemerasan. Pelaku diduga sempat meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga sebelum akhirnya korban dibunuh. Selain itu, perhiasan dan barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.

Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page