Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 5/D1304-20.11/IV/2026







Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 4/D1304-20.11/IV/2026


Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Cabul Anak di Soppeng Terbongkar Ayah Tiri dan Ibu Korban Diamankan

×

Kasus Dugaan Cabul Anak di Soppeng Terbongkar Ayah Tiri dan Ibu Korban Diamankan

Sebarkan artikel ini

ilustrasi

KABAR-SATU,SOPPENG —  N (44) ayah tiri sebut saja mawar korban kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Soppeng memenuhi panggilan kedua penyidik Polres Soppeng Rabu kemarin. Dalam pemeriksaan, polisi juga memproses istrinya H (33) setelah ditemukan adanya keterlibatan dalam perkara itu. 

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra mengatakan, informasi yang menyebut pelaku menyerahkan diri tidak benar. Menurutnya, N datang ke Mapolres Soppeng untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Terkait informasi tersebut, dapat kami sampaikan bahwa N (44), warga Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, tidak menyerahkan diri, namun datang ke Polres Soppeng untuk memenuhi panggilan kedua dari penyidik,” ujar Dodie saat dikonfirmasi Jumat (25/4/2026).

Ia menjelaskan, N datang bersama istrinya H (33), yang juga warga Desa Jampu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menemukan adanya keterlibatan pihak istri sehingga terhadap yang bersangkutan turut dilakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Suha keluarga korban mengatakan, kasus tersebut terbongkar setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya usai diusir dari rumah oleh ibunya.

“Saat itu korban disuruh memasak oleh ibunya, tapi korban tidak mendengar karena mengira saudaranya yang disuruh. Dari situlah ibu korban marah lalu mengusir korban dari rumah. Sejak itu korban menceritakan kepada keluarga tentang perbuatan ayah tirinya,” kata Suha.

Menurut pengakuan korban kepada keluarga, perbuatan dugaan cabul itu di ddiga terjadi berkali-kali sejak korban masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Sebelumnya, ayah kandung korban S melaporkan kejadian tersebut ke Polres Soppeng dan meminta aparat segera menangkap pelaku.

“Setelah saya bertemu anak saya, dia menceritakan semua kejadian yang dialaminya selama tinggal bersama ibu kandungnya dan ayah tirinya,” ungkap S.

Korban sebelumnya tinggal bersama ibu kandungnya di Kecamatan Liliriaja, sementara ayah kandungnya bekerja di Kalimantan dan berasal dari Telle, Kabupaten Bone. 

Berdasarkan keterangan korban, ia sempat menolak perlakuan tersebut, namun tetap mengalami tindakan yang membuatnya takut dan tertekan,

Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *