Pendidikan

Atasi Pengadukan Manual Tim PKM UNM Terapkan Mesin Pengaduk Dodol di Soppeng

×

Atasi Pengadukan Manual Tim PKM UNM Terapkan Mesin Pengaduk Dodol di Soppeng

Sebarkan artikel ini

foto (ist)

KABAR-SATU,SOPPENG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk dodol praktis bagi masyarakat pembuat dodol di Kampung Lejja, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, baru-baru ini. Teknologi ini dihadirkan untuk mengatasi proses pengolahan dodol yang selama ini masih dilakukan secara manual dan menyita banyak tenaga serta waktu.



Kegiatan bertajuk “penerapan mesin pengaduk dodol praktis sebagai upaya peningkatan efisiensi produksi industri rumah tangga” ini diketuai Haerani, S.Pd., M.Kes., dengan anggota tim Prof. Dr. Muhammad Yahya, M.Kes., M.Eng., dan Baharuddin, S.Pd., M.Pd. Kegiatan turut melibatkan tiga mahasiswa, di antaranya May Dzarah Ahmad dan Syarifah Nur Nalfahyani.

Haerani menjelaskan, proses pengadukan dodol secara manual selama ini membutuhkan tenaga fisik besar.Pasalnya, adonan harus terus diaduk dalam waktu relatif lama agar mencapai tingkat kematangan dan kekentalan yang sesuai.

Kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri bagi industri rumah tangga dalam meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi, terutama saat jumlah adonan yang diolah semakin banyak.

“Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian menghadirkan mesin pengaduk dodol praktis yang dirancang sebagai teknologi tepat guna dengan konstruksi sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Mesin dilengkapi dengan sistem penggerak menggunakan motor listrik yang diteruskan melalui sistem transmisi ke poros pengaduk,” ujar Haerani, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan bagian pengaduk bergerak secara mekanis dan kontinu, sehingga proses pengadukan yang sebelumnya bertumpu pada tenaga manusia kini dapat dibantu mesin. Teknologi ini sekiranya mampu mengurangi beban kerja, meningkatkan kepraktisan proses produksi, sekaligus mendukung efisiensi usaha rumah tangga.

Dikatakanya, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sasaran sejak tahap persiapan hingga penerapan teknologi. Tahapannya meliputi koordinasi dengan mitra, identifikasi permasalahan produksi, perancangan teknologi, pembuatan dan penyelesaian mesin, hingga demonstrasi serta praktik penggunaan mesin di lokasi mitra.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan penjelasan mengenai fungsi mesin, komponen utama, prinsip kerja, serta tata cara pengoperasian dan perawatannya. Mitra juga diberi kesempatan untuk melihat langsung proses kerja mesin dan mencoba mengoperasikannya sendiri.

Haerani menyebut, keterlibatan masyarakat tampak jelas dalam proses demonstrasi dan praktik penggunaan mesin. Mitra tidak hanya menerima teknologi, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai cara menggunakan serta merawat mesin, sehingga dapat dimanfaatkan secara mandiri dalam kegiatan produksi sehari-hari.

“Penerapan mesin pengaduk dodol praktis memberikan alternatif teknologi bagi kelompok pembuat dodol untuk mengurangi ketergantungan terhadap proses pengadukan manual. Mesin membantu menjaga proses pengadukan berlangsung secara lebih kontinu sehingga pekerjaan menjadi lebih praktis dan tidak sepenuhnya bergantung pada tenaga fisik pekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, teknologi yang diterapkan juga dirancang dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan pengguna di tingkat industri rumah tangga. Konstruksi mesin dibuat sederhana agar memudahkan proses pengoperasian dan pemeliharaan oleh kelompok mitra.

Tim pengabdian berharap penerapan mesin pengaduk dodol praktis tidak berhenti pada kegiatan demonstrasi dan serah terima teknologi, melainkan terus dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat dalam kegiatan produksi dodol. Keberlanjutan program diarahkan pada kemampuan mitra untuk mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan mesin secara mandiri.

Selain aspek teknologi produksi, keberlanjutan program juga diarahkan pada pengembangan usaha melalui peningkatan kualitas pengemasan, pencatatan usaha sederhana, dan pengembangan pemasaran produk. Dengan begitu, penerapan teknologi ini tidak hanya bermanfaat bagi proses pengolahan, tetapi juga mendukung pengembangan industri rumah tangga secara lebih luas.

“kami bersama tim rencananya akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan pemanfaatan mesin, kemampuan mitra dalam mengoperasikan teknologi, serta manfaat yang diperoleh setelah penerapan mesin. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi tim untuk memberikan pendampingan lanjutan apabila masih ditemukan kendala dalam pemanfaatan teknologi.”tutupnya

Hen/Ay



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page