Pendidikan & Budaya

Tim PKM UMI Ajari Warga Samangki Tanam Sayur Tanpa Tanah

×

Tim PKM UMI Ajari Warga Samangki Tanam Sayur Tanpa Tanah

Sebarkan artikel ini

foto (ist)

KABAR-SATU,MAROS —  Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar program pelatihan pertanian hidroponik di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros pada pekan ini. Program yang dipimpin Dr. Ir. Bakhtiar, MP ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi pertanian modern berbasis hidroponik.

Kegiatan diikuti anggota mitra kelompok Sambori, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda desa yang tertarik mengembangkan usaha pertanian bernilai ekonomi tinggi. Tim pengabdi juga melibatkan Farizah Dhaifina Amran, S.P., M.Sc sebagai anggota pendamping.

Dalam sesi sosialisasi, Dr. Bakhtiar menjelaskan hidroponik sebagai metode bercocok tanam tanpa tanah yang memanfaatkan air diperkaya nutrisi.

“Hidroponik bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Tidak membutuhkan lahan luas, perawatannya mudah, dan hasilnya bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, metode ini dinilai sangat sesuai untuk Desa Samangki yang memiliki potensi pengembangan sayuran segar namun menghadapi keterbatasan lahan produktif. Sosialisasi juga menekankan keunggulan hidroponik dalam mengurangi ketergantungan pada cuaca dan meningkatkan keberlanjutan usaha tani keluarga.

Ia mengatakan, pelatihan teknis dibagi dalam tiga tahapan. Pertama, pembenihan tanaman menggunakan rockwool dengan teknik menjaga kelembapan dan cahaya optimal. Peserta diperkenalkan benih berkualitas seperti selada, sawi, dan kangkung yang cocok untuk sistem hidroponik.

Kedua, teknik penanaman menggunakan instalasi hidroponik sederhana model NFT dan wick system. Peserta mempraktikkan langsung rangkaian instalasi menggunakan pipa, bak nutrisi, dan pompa air kecil dengan biaya terjangkau serta bahan mudah ditemukan.

Ketiga, formulasi dan pemberian nutrisi mencakup jenis nutrisi hidroponik, cara pencampuran larutan AB Mix, pengukuran pH, dan EC (Electrical Conductivity).

“Kunci keberhasilan hidroponik adalah keseimbangan nutrisi. Jika dijaga dengan baik, hasil panennya bisa lebih cepat dan lebih segar dibanding sistem konvensional,” jelas Bakhtiar.

Para peserta mengaku kegiatan tersebut  membuka wawasan baru mengenai peluang usaha pertanian modern. Banyak warga tertarik menjadikan hidroponik sebagai sumber pendapatan tambahan untuk memasok sayuran segar ke pasar tradisional dan warung makan di sekitar Kecamatan Simbang.

Kepala Desa Samangki menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata tim PKM UMI.

 “Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan menjadi cikal bakal usaha masyarakat menuju desa mandiri pangan,”ujarnya.

Program PKM ini sekiranya mampu mendorong masyarakat Desa Samangki menerapkan teknologi hidroponik secara mandiri, meningkatkan keterampilan bercocok tanam, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page