foto (ist)
KABAR-SATU, GOWA —Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (FPIK UMI) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan diversifikasi produk olahan ikan nila di kawasan budidaya Parangloe, Gowa.
Program tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga pembudidaya ikan yang selama ini hanya menjual hasil panen dalam bentuk ikan segar.
Kegiatan yang dipimpin Dr. Ir. Siti Hadijah, MP sebagai ketua tim dan Dr. Ir. Kasmawati, MP sebagai anggota ini menyasar kelompok mitra Pokdakan Sejahtera yang diketuai Baksoan Dg. Tunru. Program dilaksanakan berdasarkan mandat Rektor UMI melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI.
“Kami melihat potensi besar ikan nila sebagai komoditas yang bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Namun masyarakat pembudidaya masih membutuhkan pendampingan agar dapat mengolah hasil panennya menjadi produk siap jual, bukan hanya menjual ikan segar,” ujar Dr. Siti Hadijah. Selasa (25/11/2025).
Dikatakanya, tim PKM memberikan pelatihan pembuatan tiga jenis produk olahan ikan nila, yaitu nugget, bakso, dan sambal suwir. Ketiga produk ini dipilih karena memiliki potensi pasar baik, harga terjangkau, dan mudah diproduksi dalam skala rumah tangga. Seluruh anggota pokdakan Sejahtera terlibat aktif dalam praktik langsung setiap tahapan pengolahan.
Dr. Kasmawati menjelaskan, pelatihan dirancang sederhana namun tetap memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya bisa membuat produknya, tetapi juga memahami cara menjaga kualitas, kebersihan, dan daya saing produk,” katanya.
Menurut Kasmawati, selain pelatihan teknis, tim juga menyelenggarakan pelatihan manajemen usaha dan pembukuan sederhana.
“Materi ini diberikan agar mitra mampu menghitung biaya produksi, menentukan harga jual kompetitif, mencatat pemasukan-pengeluaran, serta mengelola usaha mikro secara mandiri dan berkelanjutan.”tuturnya.
Ia menyebut, dalam kegiatan tersebut diserahkan sejumlah peralatan produksi untuk menunjang keberlangsungan usaha olahan ikan nila.
“Tim juga membagikan leaflet berisi resep praktis sebagai panduan mudah bagi anggota kelompok mempelajari formula dasar.”pungkasnya.
Sementara, ketua Pokdakan Sejahtera Baksoan Dg. Tunru menyambut positif program ini.
“Kami sangat terbantu. Selama ini hanya tahu menjual ikan segar. Sekarang kami bisa buat nugget, bakso, dan sambal suwir. Ini peluang besar untuk menambah pendapatan,” ungkapnya.
Dengan kemampuan mengolah ikan nila menjadi produk bernilai tambah, kelompok Pokdakan sejahtera dapat menjangkau pasar lebih luas, baik offline maupun melalui pemasaran digital. Tim pengabdi berharapkan keterampilan ini dapat diteruskan dan dikembangkan menjadi usaha kecil berkelanjutan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
**














