Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., MM saat membuka musyawrah KKMTs (foto Akil)
KABAR-SATU, SOPPENG – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., MM, menegaskan pentingnya publikasi ilmiah sebagai salah satu kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh para guru dalam upaya memperoleh angka kredit untuk pengembangan profesi berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Menurut H. Afdal, publikasi ilmiah merupakan bagian integral dari sub unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB Red) yang harus dipenuhi oleh setiap guru untuk meningkatkan kompetensinya. Regulasi tersebut menetapkan tiga komponen penting dalam PKB, dan publikasi ilmiah menjadi salah satu komponen yang tidak dapat diabaikan dalam proses pengembangan karier guru.

Afdal menjelaskan, publikasi ilmiah yang dimaksud mencakup berbagai bentuk karya tulis yang dihasilkan oleh guru serta bentuk publikasi yang dapat diakui sebagai bagian dari pengembangan profesi guru.
“Publikasi ilmiah antara lain berupa laporan penelitian, artikel jurnal ilmiah, dan artikel ilmiah populer yang dimuat di media massa,” ungkap Afdal saat membuka acara Musyawarah Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) yang diselenggarakan di Madrasah Tsanawiyah DDI Malongka Rabu (18/6/ 2025)’
Dalam kesempatan tersebut, Afdal menyampaikan harapannya agar para guru dapat mempersiapkan bahan dengan matang sebelum memasuki forum musyawarah.
“Harapan saya, bahan sudah siap sebelum masuk ke musyawarah agar efisien dan efektif,” tegas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, persiapan yang matang akan memungkinkan lahirnya musyawarah program dan kegiatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak di era saat ini. Hal ini menunjukkan tekad Kemenag Soppeng dalam mendorong terciptanya program pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya penekanan terhadap publikasi ilmiah ini, diharapkan para guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Soppeng dapat lebih termotivasi untuk menghasilkan karya-karya ilmiah berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan keagamaan di Kabupaten Soppeng.
Hen












