foto (ist)
KABAR-SATU,SOPPENG – Puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren MA DDI Pattojo mengikuti kegiatan penyuluhan dan pencegahan narkoba yang digagas Desa Rompegading, Minggu kemarin. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kepala MA DDI Pattojo, Yusnani Sakka, menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai benteng pencegahan dari segala perbuatan terkait penyalahgunaan narkoba. “Hanya kesadaran yang mampu mencegah dari perbuatan yang tidak benar termasuk penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Kepala Desa Rompegading, Sakmawati, berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di masyarakat, terutama dalam lingkungan keluarga masing-masing. “Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat dan terutama dalam lingkungan keluarga masing-masing,” ujar Sakmawati.
Kegiatan penyuluhan menghadirkan dua pemateri utama. Pemateri pertama dari Dinas Kesehatan, Agustina Baharuddin (Sub Koordinator P2PKM dan Keswa), menyampaikan materi tentang Generasi Milenial dan Ancaman Kejahatan Narkoba. Sementara pemateri kedua dari Polres Soppeng yang diwakili Kasat Resnarkoba AKP Heriyadi Nur memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang narkoba.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif berdiskusi selama penyuluhan berlangsung. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta untuk mendalami pemahaman mereka tentang bahaya narkoba.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pemerintah Desa menyerahkan buku-buku terkait narkoba kepada Perpustakaan Desa Rompegading dan Perpustakaan MA DDI Pattojo. Pemberian buku ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi yang berguna bagi masyarakat dalam memahami bahaya narkoba.
Dengan terselenggaranya penyuluhan ini, Pemerintah Desa optimis dapat terciptanya lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba di wilayah Rompegading.
Hen/Adr












