Ismail dengan setia menjaga dan merawat istrinya Hasna
KABAR-SATU,SOPPENG — Sungguh sedih dan prihatin melihat nasib Hasna warga watang pattojo, Desa pattojo, Kecamatan liliriaja, Kabupaten soppeng.
Betapa tidak, sejak mengalami lumpuh layu sekitar 17 Tahun , ia tak bisa lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.
Saat di ditemui di kediamannya, Kamis (19/11)2020), wanita 53 Tahun ini menceritakan, awal dirinya terkena lumpuh layu, saat sedang panen padi di salah satu daerah dengan penghasilan seadanya.
“Waktu itu saya merasa kesemutan dan langsung jatuh dan tak bisa berdiri, sehingga saya di gotong pulang ke rumah,”katanya dengan nada sedih menceritakan.
Berbagai upaya kesembuhan pun sudah dilakukan pihak keluarga, baik berobat secara alternatif maupun dengan dokter, namun, upaya itu sia sia, sehingga ia memutuskan untuk dirawat di rumah saja.
Sejak dirinya menderita lumpuh, ia tak bisa kemana mana lagi, hanya bisa terbaring di tempat tidur. Ia pun kelihatan sudah ikhlas dan pasrah menerima keadaan saat ini, sambil berdoa, semoga saja Mujizat bisa berpihak kepadanya dan bisa kembali berjalan seperti dulu lagi.
“Makadaka ka pappesauni nak mabura, yana lo yanre ku engka maka mualekka, ku engka dalle mu, dari pada ma buraki, na loni manre na degaga (saya bilang sudah mi nak berobat, yang mau saja dimakan kamu kasih bila mana ada rejekimu, daripada berobat terus yang mau di makan tidak ada),” katanya dengan wajah sedih.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari, Ismail sebagai suami, hanya bekerja serabutan saja, kadang pergi menanam padi jika ada panggilan, dengan gaji bisa di bilang, hanya cukup buat makan sehari saja. Selain itu, untuk menyambung hidupnya, bantuan beras raskin serta lauk pun ia dapatkan setiap bulanya dari pemerintah Desa setempat, kadang juga anaknya yang perempuan sedikit memberi bantuan jika mereka ada sedikit lebih.
Namun, dua tahun terakhir ini lelaki 61 tahun itu, memilih untuk tinggal menjaga istrinya saja, sambil memelihara ternak sapi yang dibelikan oleh anaknya.
“Sudah ada dua tahun saya dirumah, memilih menemani istri saya, karena susah jika ia ingin mandi dan buang air, harus digendong ke wc, sementara dua anak saya yang perempuan sudah berkeluarga juga, empat lainya merantau,”ujar Ismail.
Saat ini Ismail sangat berharap, bila mana ada dermawan yang ikhlas membatu kursi roda. Setidaknya dapat di pakai di dalam rumah untuk istrinya yang saat ini sudah terbaring selama puluhan tahun. (Hen)

































