Foto (dok)
Muhammad Ardi mengatakan, kegiatan yang dimulai sejak Juni sampai Agustus 2020 ini, bermitra dengan UMKM Aminah Akil Silk.
“Tahapan pertama adalah melakukan perizinan dan sosialisasi pada pemerintah Kabupaten,”katanya.
Diakuinya, sosialisasi berfokus pada Dinas Perindustrian dan Mitra PPPUD, Kemudian melakukan persiapan lokasi yang berfokus pada mitra.
“Tahap berikutnya adalah melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra,”ujarnya.
Disebutkanya adapun materi penyuluhan dan pelatihan diantaranya, pengembangan desain kain tenun sutera, berbasis kearifan lokal bugis, pucu rebbung, Caca Wali, Balo Lobang, Balo Renni, Balo Tettong, dan kombinasi Balo Tettong dan Caca Wali.
“Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini, mitra mengenali dan dapat mengembangkan desain kain tenun sutera motif yang berbasis pada kearifan lokal,”terangnya.
“mitra juga menjadi terampil membuat, mengembangkan desain, dan menenun kain tenun sutera,”tambahnya.(**)












