foto (dok)
KABAR-SATU, SOPPENG — Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 memberikan pelatihan pengolahan ikan dan penerapan teknologi tepat guna kepada Kelompok PKK Madining di Kampung Madining, Kelurahan Attang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.
Kegiatan bertajuk “pemberdayaan kelompok pkk Penerapan Alat Pembuatan Bakso dan Nugget serta Pembakaran Ikan yang Praktis” ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil olahan ikan sekaligus mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi.
Ketua tim pengabdian Dr. Rika Riwayani, S.Pd., M.Hum., mengatakan, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengolah ikan menjadi produk pangan bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengolah ikan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendorong pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal,” ujar Rika.Jum,at (11/9/2026).
Rika menjelaskan, sebelum program berjalan, masyarakat setempat masih mengolah ikan secara sederhana sehingga potensi ekonominya belum dimanfaatkan secara optimal. Warga juga menghadapi kendala teknis, mulai dari proses pencincangan atau penggilingan bahan, pencampuran adonan, pembentukan produk, hingga pembakaran, yang seluruhnya masih dikerjakan secara manual dan memakan waktu serta tenaga cukup besar.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok, khususnya untuk membantu pembuatan bakso dan nugget ikan serta proses pembakaran ikan yang lebih praktis.
Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan langsung anggota kelompok pkk Madining, mulai dari tahap koordinasi dengan mitra, persiapan bahan dan peralatan, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan alat, praktik pengolahan, hingga pengemasan produk.
Peserta terlebih dahulu mendapat penjelasan mengenai bahan dan tahapan pengolahan ikan, sebelum tim pengabdian mendemonstrasikan penggunaan alat dan cara pembuatan produk. Selanjutnya, mitra diberi kesempatan mempraktikkan sendiri seluruh proses, mulai dari mencampur bahan, membentuk adonan, mengolah produk, hingga mengemasnya.
“Kegiatan praktik tersebut menjadi bagian penting dalam proses transfer teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Mitra tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan teknologi dan mengolah ikan menjadi produk yang siap dikembangkan sebagai usaha,” kata Rika.
Dalam sesi pengemasan, peserta juga diperkenalkan dengan metode pengemasan yang lebih praktis menggunakan alat vacuum sealer, sehingga produk dapat dikemas lebih rapi serta mendukung penyimpanan dan pemasaran.
Rika menuturkan, penerapan teknologi ini memberi alternatif bagi kelompok pkk madining untuk mengembangkan produk olahan ikan dengan bentuk dan nilai jual yang lebih beragam, tidak lagi sebatas olahan sederhana seperti sebelumnya.
Tim pengabdian berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan dan praktik, melainkan berlanjut menjadi kegiatan usaha produktif bagi kelompok. Pemanfaatan teknologi pengolahan ikan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi, memperluas variasi produk, sekaligus membuka peluang pemasaran.
“Keberlanjutan program diarahkan pada peningkatan keterampilan anggota kelompok dalam mengoperasikan dan memanfaatkan peralatan, menjaga kebersihan proses produksi, melakukan pengemasan, serta mengembangkan pemasaran produk. Pendampingan dan evaluasi juga diperlukan untuk melihat perkembangan kemampuan kelompok setelah kegiatan,” pungkas Rika.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Rika Riwayani, S.Pd., M.Hum., beranggotakan Dr. Drs. Ir. H. Alimuddin Sa’Ban Miru, M.Pd., dan Dr. Sudiadharma, M.Kes. Tim juga melibatkan tiga mahasiswa, yakni Ainun Nisa, Rio Nur Suhada, dan Nur Azizah.
Hen/Ay
































