Dinas TPHPKP rapat koordinasi
KABAR-SATU,SOPPENG — Untuk mempercepat realisasi fisik batuan sarana produksi (saprodi) padi dan jagung, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) melaksanakan rapat koordinasi pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan.
Rapat yang dilaksanakan di aula kantor dinas TPHPKP, Rabu (26/8/2020) melibatkan, koordinator Balai Pelatihan Pertanian (BPP) kecamatan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lokasi penerima bantuan dan kelompok tani penerima bantuan.
Kepala dinas TPHPKP Fajar mengatakan, data dan informasi yang disampaikan oleh PPL melalui Koordinator BPP sangat penting. Pasalnya, akan menjadi bahan evaluasi baik di pusat, provinsi maupun kabupaten.
Menurunnya, sektor pertanian dalam kondisi pandemi COVID-19, merupakan sektor yang dapat tumbuh hingga 16%.
Sehingga sambunya, Sektor pertanian diharapkan terus bekerja meningkatkan akselerasi, guna menopang perekonomian bangsa.
“sektor pertanian pada kuartal III diharapkan menderek sektor lain, untuk bisa tumbuh sehingga pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih baik,”katanya saat memberikan sambutan.
Diakuinya, jika kondisi capaian serapan fisik kegiatan progresnya masih rendah, bukan tidak mustahil berbagai program/kegiatan strategis yang bisa dimanfaatkan oleh petani, akan dipangkas anggarannya oleh pusat dan dialihkan ke daerah lain.
“Untuk itu koordinasi masih perlu kita tingkatkan agar serapan fisik kegiatan di lapangan dapat dioptimalkan,”pintahnya.
Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Suhardiman berharap, agar perlu kiranya dilakukan percepatan realisasi fisik, utamanya tanam padi dan jagung bantuan saprodi dari bantuan pemerintah.
“Jika realisasi tanamnya dipercepat, diharapkan produksinya bisa berkontribusi terhadap pencapaian target produksi yang telah direncanakan tahun 2020 khususnya padi dan jagung,”tutupnya. (Hr)












