Pertanian

Swasembada Pangan Tercapai, Soppeng Panen Perdana Sistem Pertanian Arkansas

×

Swasembada Pangan Tercapai, Soppeng Panen Perdana Sistem Pertanian Arkansas

Sebarkan artikel ini

wakil Buopati soppeng ir Selle Ks Dalle bersama Brmp saat panen perdana pertanian modern Arkansas foto ono)

KABAR-SATU, SOPPENG – Kelompok Tani Karunia, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, bersama Pemerintah Daerah dan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) melaksanakan panen perdana kebijakan penerapan pertanian modern Arkansas dalam mendukung kawasan mandiri benih padi di Kabupaten Soppeng, Kamis (28/1/2025).

Kepala Pusat Perakitan Pangan Modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan Haris Syahabuddin mengatakan, penerapan pertanian modern Arkansas yang diusung Kementerian Pertanian bertujuan mengembangkan kawasan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani.

“Modernisasi pertanian bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan serta menjadi unsur penting untuk memastikan sektor pertanian tetap mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani,” ujar Haris.

Ia menjelaskan, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di antaranya, ketersediaan tenaga pertanian yang terus menurun, peningkatan biaya produksi, dinamika perubahan iklim, serta tuntutan untuk terus meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Haris menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tidak kurang dari 3 juta bayi lahir setiap tahunnya di Indonesia dan semuanya membutuhkan pangan. Satu-satunya sektor yang menghasilkan pangan adalah pertanian, sehingga sektor ini menjadi sangat penting bagi ketahanan nasional.

“Alhamdulillah, kemarin saat di Karawang, Presiden meluncurkan program swasembada pangan. Indonesia merupakan negara berdaulat swasembada pangan berkat kerja keras dan kerja cerdas antara seluruh unsur pemerintah dan petani,” katanya.

Menurut Haris, kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mempertahankan swasembada beras nasional. Swasembada beras bukan hanya target produksi, tetapi merupakan pilar penting kedaulatan pangan dan stabilitas nasional.

Berdasarkan data resmi BPS, produksi beras nasional menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2025, produksi beras nasional mencapai 34,7 hingga 34,8 juta ton, meningkat sekitar 14 persen dari tahun sebelumnya. Luas panen padi nasional diproyeksikan mencapai 11,3 juta hektar yang juga mengalami peningkatan.

Sejalan dengan capaian tersebut, data resmi BPS di Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Produksi padi dalam bentuk gabah kering giling pada tahun 2025 mencapai 5,4 juta ton, meningkat 0,58 juta ton atau 12,05 persen dibandingkan tahun 2024.

“Peningkatan ini turut mendorong produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk di Sulawesi Selatan yang diperkirakan mencapai 3,1 juta ton atau naik 3,33 juta ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itI Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle mengatakan, Kabupaten Soppeng secara geografis memiliki basis di sektor pertanian. Kegiatan budidaya pertanian modern sistem Arkansas dimulai dengan pembentukan kelompok Brigade Pangan, kemudian memperkenalkan teknologi pengelolaan pertanian yang lebih modern di masa yang akan datang.

“Namanya uji coba, tentu saja tidak langsung sempurna. Ada hal yang menjadi pembelajaran berharga di masa yang akan datang, di mana kita bekerja sambil belajar seperti yang dilakukan hari ini,” katanya.

Selle berharap, dengan kegiatan yang sama untuk uji coba tahap kedua, kekurangan saat ini bisa diperbaiki.

Ia menekankan, teknologi merupakan salah satu varian penting tetapi bukan satu-satunya faktor. Kerja sama pemerintah setempat, kelompok tani, dan semua pihak juga sangat diperlukan.

Kegiatan ini tidak terlepas dari fokus Kementerian Pertanian dengan seluruh jajarannya se-Indonesia yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden. Berdasarkan potensi geografis yang linier dan tegak lurus, Soppeng dapat memanfaatkannya secara maksimal.

“Kami berharap seluruh jajaran yang hadir dari BRMP tidak hanya dengan kegiatan ini. Kami berharap Soppeng didukung untuk kegiatan pengembangan pertanian ke depan. Kami membuka diri atas nama pemerintah dan masyarakat untuk saling bekerja sama di masa yang akan datang,” tambahnya.

Hen/Adr


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page