Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 5/D1304-20.11/IV/2026







Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 4/D1304-20.11/IV/2026


Pertanian

Kelompok Tani Ale Dg Sapatta Lakukan pengendalian Hama Tikus

×

Kelompok Tani Ale Dg Sapatta Lakukan pengendalian Hama Tikus

Sebarkan artikel ini

Foto (dok)

KABAR-SATU,SOPPENG — Bersama dengan BPP Kecamatan Lilirilau, Kelompok tani Ale Dg Sipatta, melakukan pengendalian hama tikus pada lahan seluar 34 hektar.

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sopppeng Suhardiman mengatakan, pengendalian hama tikus tersebut, merupakan salah satu cara pengendalian hama tikus, dengan cara pemasangan umpan menggunakan Rodentisida, merek Petrokum, berbahan aktif Brodifacum..

Dikatakanya, pestisida tersebut, merupakan bantuan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikuktura Provinsi Sul-Sel.

Menurutnya, digunakannya jenis ini. karena, dianggap sangat efektif, dimana cara kerja petrokum mematikan hama secara perlahan dan tidak membuat hama tikus jera, untuk tetap datang memakannya.

“hama tikus tidak langsung mati pada saat sehabis memakannya, bahkan bisa saja Petrokum itu dibawa ke lubang sarangnya dan dimakan oleh tikus yang lainnya.Tikus akan mati karena mengalami dehidrasi 3 sampai 4 hari sehingga di temukan dalam kondisi kurus kering sampai akhirnya mati,”jelasnya saat di temui di ruang kerjanya,Senin(18/1/2021).

Disebutkanya, Untuk cara pemakaiannya, dipotong potong, bisa juga ditumbuk serta dihaluskan, sesuai kebutuhan.

“Selanjutnya, pestisida ini dicampur dengan gabah kering kemudian ditebar dan dipasang ditempat yang sering dilalui atau dekat lubang sarang tikus yang masih aktif,”ujarnya.

Ia menyebutkan, tujuannya penggunaan petrokum tersebut, untuk mengendalikan populasi hama tikus, yang banyak menyerang pertanaman padi sekarang ini.

Ia menabahkan tingkat serangannya rata-rata sudah diatas ambang ekonomi yang merugikan petani. Kunci keberhasilan pengendalian hama tikus, harus dilakukan secara bersama-sama oleh petani dan harus mencakup areal yang luas.(Hr)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page