Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 5/D1304-20.11/IV/2026







Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 4/D1304-20.11/IV/2026


Pertanian

Kabupaten Soppeng Akan Lakukan Percontohan Padi IP400

×

Kabupaten Soppeng Akan Lakukan Percontohan Padi IP400

Sebarkan artikel ini

Foto(ist)

KABAR-SATU,SOPPENG — Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan, utamanya beras yang terus meningkat, sebagai dampak pertambahan jumlah penduduk, dan terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian, maka peningkatan produksi padi perlu terus ditingkatkan.

Fajar Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan(TPHPKP) mengatakan, pada Tahun ini, salah satu terobosan baru yang dilakukan Kementerian pertanian Republik Indonesia, dengan memperkenalkan sebuah teknologi produksi padi melalui peningkatan indeks pertanaman yaitu pengembangan model padi IP400.

“Pengembangan model Padi IP400 dimaksudkan pelaksanaan tanam dan panen di lakukan sebanyak 4 kali setahun, dengan intervensi teknologi didalamnya,”katanya, Minggu (24/1/2021).

Ia menyebutkan, syarat dan kriteria lokasi yang dapat digunakan yakni, lokasi IP300, Sawah irigasi/tadah hujan/lahan kering.

“juga di utamakan satu hamparan, Jaminan air, Bukan endemik OPT, serta tersedia alsintan Pra/ pasca panen,”paparnya.

Menurutnya, Berdasarkan kriteria tersebut, di Kabupaten Soppeng dipilih Kelompok tani Kurnia Langkemme, Desa Watu Kecamatan Marioriwawo, seluas 25 hektar.

“Ini telah kami diusulkan ke pusat, untuk ditetapkan sebagai lokasi IP400 serta sudah dilakukan sosialisasi ditingkat kelompok tani dan petani, yang sudah diidentifikasi menerima serta bersedia melaksanakan kegiatan ini,”jelasnya.

Diakunya, sesuai kesepakatan ditingkat kelompok tani, rencana tanamnya akan dimulai Minggu ke II Februari 2021.

Dalam pelaksanaan percontohan model IP400 kata dia, pemerintah pusat akan memfasilitasi kebutuhan saprodi berupa, benih padi umur sangat genjah, pupuk NPK Non Subsidi, Pupuk Mikro, Pupuk Hayati, Pupuk Kompos/organik, Dekomposer dan Pestisida.

Disebutkanya, adapun teknik meningkatkan IP400, dapat dilakukan melalui penerapan teknologi, semai diluar areal pertanaman (sistem culik, dapog, tray), 15 hari sebelum panen menggunakan benih Varietas Unggul Sangat Genjah (VUSG) atau VUG umur 70 – 105 Hari Setelah Semai (HSS).

Bisa juga sambungnya, menggunakan Mekanisasi (tanam/panen), sementara, pupuk kimia dikurangi dan ditambah pupuk organik.(Hen)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page