Foto (dok)
KABAR-SATU,SOPPENG — Sebanyak 20 orang dari Kelompok tani Kurnia Langkemme, Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, mengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT).
Ke 20 orang tersebut, terdiri dari pengurus dan anggota kelompok tani mengikuti SL-PHT yang di adakan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Perkebunan dan Ketahanan dan Pangan (TPHPKP), kabupaten Soppeng.
Kabid tanaman pangan Suhardiman mengatakan, Sekolah lapang tersebut, direncanakan sebanyak 4 kali pertemuan dan kontrak belajarnya sudah disusun.
“Setiap kali pertemuan akan diawali dengan pengamatan di lapangan dan hasilnya akan menjadi bahan diskusi untuk dipecahkan secara bersama,”katanya.
Diakuinya, adapun tujuan dari SL-PHT diantaranya, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dalam membaca dan menganalisis data dan informasi agroekosistem.
“SL-PHT juga dapat meningkatkan kualitas SDM Petani dalam pengendalian hama terpadu,”katanya belum lama ini.
Ia menyebutkan, SL-PHT merupakan Salah satu metode penyuluhan dalam pengendalian hama terpadu, untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dalam pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). (Hen)













