foto (ist)
KABAR-SATU,MAKASSAR — Dosen Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan “Pengembangan Seni Mural Kolaboratif” di Sekolah Cendikia Berseri, Makassar.Kegiatan tersebut memanfaatkan seni mural sebagai media penataan lingkungan sekaligus sarana memperkuat interaksi sosial di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini memprioritaskan sejumlah area sekolah yang dinilai polos dan kusam karena memiliki dampak visual cukup besar terhadap citra lingkungan pendidikan. Melalui intervensi mural, kawasan itu diharapkan menjadi lebih ceria, inspiratif, serta mampu mendorong keterlibatan aktif warga sekolah.
Dr.techn. Ar. Andi Abidah, S.T., M.T., IAI., salah satu anggota tim dosen mengatakan, kegiatan mural tidak hanya berorientasi pada perubahan tampilan fisik sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterlibatan dan rasa memiliki dari seluruh warga sekolah terhadap ruang yang mereka gunakan bersama.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi bagian penting dalam kegiatan. Pihak Sekolah Cendikia Berseri turut mendukung pelaksanaan dengan menyediakan akses air dan listrik serta mengoordinasikan keterlibatan orang tua siswa dalam sesi mewarnai bersama.
Keterlibatan siswa, orang tua, guru, dan pihak sekolah menjadikan proses pembuatan mural sebagai aktivitas bersama. Selain memperkuat rasa memiliki terhadap karya yang dihasilkan
“Kami harap kegiatan ini dapat mendorong pemeliharaan lingkungan secara bersama sekaligus menjadi langkah preventif terhadap potensi vandalisme.”katanya Jum, at (23/8/2026).
Tim dosen dalam kegiatan ini terdiri atas Dr.techn. Ar. Andi Abidah, S.T., M.T., IAI., Alexander Adrian Saragi, S.T., M.T., Agung Alif Pratama Kappi, S.T., M.R.K., serta Yusaumi Ramadhanti Fitri Taufik, S.T., M.Des.
Dosen Arsitektur UNM mendorong konsep desain yang tidak hanya memperhatikan kualitas fisik ruang, tetapi juga hubungan sosial yang terbentuk di dalamnya.
Area mural yang telah dikembangkan juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang interaksi rutin, tempat bercerita, dan wadah ekspresi warga sekolah. Hal ini menunjukkan mural tidak berhenti sebagai karya visual pada dinding, tetapi berkembang menjadi bagian dari aktivitas keseharian dan ekosistem ruang belajar.
Kegiatan Pengembangan Seni Mural Kolaboratif salah satu contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, siswa, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ceria, inspiratif, partisipatif, serta memiliki rasa kepemilikan bersama.
Hen/Adr





























