Foto (ist)
KABAR-SATU,SOPPENG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Soppeng Andi Sumangerukka, SE, M.Si
menghadiri wisuda ( Mappanretemme Red) Sekolah Budaya Bugis (SBB) La Temmamala angkatan VI, di Baruga Sao Mario, Batu-batu,.Kecamatan Marioriawa, Sabtu (5/3/2022).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng Andi Sumangerukka, SE, S.Sos, M.Si mengatakan, kegiatan tersebut sekiranya dapat menjadi media ‘penyambung’ pelestarian nilai budaya, sebagai potensi kearifan lokal yang dapat membangun karakter generasi muda.
Kegiatan di Sekolah Budaya kita ini dapat menjadi salah satu Penggerak Pemajuan Budaya Daerah dan Nasional.
Dikatanya, Alumninya dapat menunjukkan apa yang telah diperolehnya, dengan mengimbas nya kepada peserta didik di sekolah maupun Masyarakat sekitarnya. Agar kiranya kebudayaan sebagai potensi kearifan lokal, dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Ia pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pembina Yayasan Sulapa Eppae Sulawesi Selatan, DR.H.Ajiep Padindang, SE, MM yang juga sebagai Anggota DPD MPR RI, sebagai Perintis dan Penggerak Gerakan Pemajuan Kebudayaan melalui Sekolah Budaya Bugis, yang juga sebagai Anggota DPD MPR RI.
“Saya, atas nama Pemerintah Daerah dan secara pribadi, mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Pembina Yayasan Sulapa Eppae Sulawesi Selatan, serta Pengelola Sekolah Budaya Bugis La Temmamala yang telah menghadirkan acara ‘Mappanretemme’ Angkatan VI Sekolah Budaya Bugis (SBB) Latemmamala,”katanya.
Sementara Kepala SBB La Temmamala Soppeng Dr. Karim, M.Pd dalam laporannya menyebutkan,
Proses Diklat Bahasa dan Budaya Bugis Angkatan VI tahun 2022 dimulai pada tanggal 22 Oktober 2021 sampai 12 Februari 2022 telah menempuh 90 jam pelajaran dari materi Aksara dan Bahasa Bugis, Sejarah Bugis, Budaya Pangadereng Bugis, Seni Tradisional Bugis
Juga sambungnya, Sekolah Alam, dan Praktek dengan jumlah 40 peserta dan dinyatakan Lulus dengan predikat Memuaskan sebanyak 37 peserta, dan 3 orang peserta dinyatakan tidak lulus karena tidak memenuhi kriteria.
“Dari 37 peserta yang lulus keluar sebagai peserta lulusan terbaik 1 Sultan, S.Pd (SDN Umpungeng), 2 Nurlina, S.Pd (SDN Paowe), 3 Sri Ekawati Putri, S.Pd (SDN Bulu),”pungkasnya. (**)

































