Metro

Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Visitasi Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 3 Lemba, Soppeng

×

Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan melalui Visitasi Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 3 Lemba, Soppeng

Sebarkan artikel ini

foto (ist)

KABAR-SATU,SOPPENG — Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia terus dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Salah satunya melalui visitasi implementasi Kurikulum Merdeka yang dilakukan Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek. Kali ini, SDN 3 Lemba yang terletak di Kabupaten Soppeng menjadi salah satu sekolah sasaran yang dikunjungi dalam rangka penilaian dan pendampingan.

Tim visitasi yang datang langsung disambut dengan hangat oleh warga sekolah, termasuk para peserta didik yang mempersembahkan berbagai keterampilan sebelum sesi visitasi dimulai. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pengawas Gugus 1 dan 3 serta Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Lalabata, yang memberikan pengawalan dalam rangka mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah.

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, M.Pd, dan Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd. Sementara itu, Didang Setiawan, M.Pd, perwakilan dari Kemendikbudristek, langsung memimpin tinjauan ke dalam kelas untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Sebelumnya, dilakukan juga pemeriksaan dan wawancara mendalam terhadap Kepala Sekolah SDN 3 Lemba.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nur Alim, M.Pd, Sekretaris Disdikbud Soppeng, menyampaikan bahwa tim penilai Kemendikbudristek menemukan sejumlah praktik baik yang telah diterapkan oleh SDN 3 Lemba dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Namun demikian, ada juga beberapa tantangan yang masih dihadapi sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut.

“Di SDN 3 Lemba, kami menemukan praktik yang sangat baik dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Meskipun demikian, ada tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya dan infrastruktur yang perlu perhatian lebih. Namun, kami mengapresiasi upaya sekolah dan pemerintah daerah yang bekerja sama mencari solusi untuk mengatasi kendala ini, sehingga Kurikulum Merdeka dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa,” ungkap Nur Alim.

Lebih lanjut, Nur Alim menjelaskan bahwa tujuan dari visitasi ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman guru dan siswa terhadap Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya, serta memberikan dukungan untuk perbaikan yang diperlukan.

“Kunjungan ini juga bertujuan untuk memberikan pembinaan dan masukan konstruktif agar kualitas pendidikan di SDN 3 Lemba semakin baik,” pungkasnya.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page