Foto (ist)
KABAR-SATU, SOPPENG – Runtuhnya plafon di ruang perawatan Interna 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala, Kabupaten Soppeng, menuai kritik dari anggota DPRD Soppeng Komisi III Ardi Doma. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis kemarin dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pasien serta pengunjung, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Ardi Doma menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Menurut politisi PDI Perjuangan itu, rumah sakit merupakan fasilitas vital pelayanan publik yang menjadi tempat masyarakat menggantungkan harapan akan keselamatan dan kesembuhan.
“Kejadian ini tentu tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa. Keselamatan pasien, tenaga medis, dan seluruh pengunjung rumah sakit adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tegas Ardi Doma saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Ia mendesak pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Soppeng, bersama manajemen RSUD Latemmamala dan dinas terkait untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah sakit, khususnya ruang-ruang pelayanan yang dinilai berisiko.
Lebih lanjut, Ardi meminta agar dilakukan audit teknis secara transparan guna memastikan penyebab runtuhnya plafon tersebut, apakah dipicu oleh usia bangunan, kelalaian dalam pemeliharaan atau kualitas pekerjaan konstruksi..
“Jika ditemukan unsur kelalaian, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab. Kita masih bersyukur yang runtuh baru plafon. Bagaimana klaau gedungnya, ” ujarnya.
Sementara itu, Humas RSUD Latemmamala Rahma mengatakan, pihak rumah sakit saat ini masih melakukan koordinasi pasca kejadian tersebut dengan pihak yang membidangi.
“Kami sementara berkoordinasi sama teman yang membidangi,” ujar Rahma singkat melalui pesan WhatsApp.
Diketahui sebelumnya, plafon di ruang perawatan Interna 3 RSUD Latemmamala tiba-tiba runtuh Kamis kemarin. Meski tidak menimbulkan korban. Insiden tersebut sempat membuat pasien dan pengunjung panik serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan rumah sakit.
Hen














