Metro

Plafon Dikombinasi Kayu–Baja, Kepsek Kamaruddin : “Saya Tak Pernah Lihat RAB

×

Plafon Dikombinasi Kayu–Baja, Kepsek Kamaruddin : “Saya Tak Pernah Lihat RAB

Sebarkan artikel ini

penampakan plafon sdn 138 Congko

KABAR-SATU,SOPPENG — Kepala Sekolah SDN 138 Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng Kamaruddin, menepis mengetahui detail pekerjaan plafon yang belakangan ini viral. Pasalnya, menggunakan rangka kombinasi kayu dan baja ringan. Ia mengaku sama sekali tidak pernah melihat langsung proses pengerjaan maupun dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) terkait proyek tersebut.

Saat ditemui Kamis (20/11/2025) Kamaruddin menyampaikan baru mengetahui pekerjaan tersebut di hari yang sama.

“Saya tidak tahu dan tidak pernah melihat RAB, baru tadi saya tahu kalau plafon menggunakan rangka baja ringan dan balok karena saya dari Makassar ikut pelatihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya hanya diberi informasi sekilas mengenai jenis pekerjaan yang dilakukan.


“Saya hanya diberi tahu bahwa ada dua pekerjaan gedung. Satu ganti plafon, dan gedung satunya pengecatan saja,” tuturnya.

Menurutnya, ketika ia bertanya mengenai teknis pekerjaan, pihak pelaksana hanya menjawab bahwa sekolah “hanya penerima manfaat”.

Pertanyaan itu seakan menimbulkan tanda tanya, sebab dalam proyek pemerintah koordinasi teknis biasanya menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan sesuai standar.

Di sisi lain, pihak perpanjangan tangan dari CV Tapak Buana Konstruksi Sahul, justru memberikan keterangan berbeda. Ia mengakui bahwa penggunaan kombinasi baja ringan dan balok kayu memang tidak terdapat dalam RAB.


“Di RAB tidak ada balok kayu, semua memakai baja ringan. Tapi kami lihat rangka baloknya masih baik, jadi kami kombinasikan. Volume yang ada di balok kami alihkan ke pekerjaan lain,” katanya.

Ia menilai kombinasi tersebut masih aman dan menyesuaikan kebutuhan sekolah, meski sejatinya spesifikasi teknis di RAB tidak demikian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Satu, penggunaan kombinasi balok kayu dan baja ringan dalam rangka plafon memiliki sejumlah risiko jangka panjang. Perbedaan sifat material dapat menyebabkan sambungan longgar akibat kayu yang memuai atau menyusut, sementara baja ringan tetap stabil. Akibatnya, rangka bisa saling tarik-menarik dan menimbulkan gelombang atau retakan pada plafon.
Selain itu, kayu berpotensi membenkok lebih cepat dibanding baja ringan yang kaku, sehingga plafon dapat turun sebelah. Sambungan skrup juga bisa longgar atau berkarat jika tidak sesuai standar. Risiko lain adalah serangan rayap pada material kayu, yang dapat melemahkan struktur dan menimbulkan potensi ambruk.

Untuk diketahui, pekerjaan rehabilitasi enam sekolah di Kecamatan Marioriwawo, termasuk SDN 138 Congko, dikerjakan oleh CV Tapak Buana Konstruksi dengan pengawasan PT Abitama Karya Konsultan. Proyek ini bernilai Rp1.115.049.000 bersumber dari APBN, dengan waktu pelaksanaan 85 hari kalender, dengan pekerjaan 6 rehap sekolah di kawasan Marioriwawo ,

Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *