Metro

Pihak RSUD Latemmamala Soppeng Angkat Bicara Soal Rubuhnya Plafon

×

Pihak RSUD Latemmamala Soppeng Angkat Bicara Soal Rubuhnya Plafon

Sebarkan artikel ini

foto (ist)

KABAR-SATU, SOPPENG – Manajemen RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng memberikan penjelasan terkait insiden rubuhya plafon di ruang Perawatan Interna III yang terjadi pada Kamis lalu. Kejadian tersebut menimpa ruangan yang saat itu ditempati dua pasien rawat inap.

Melalui Humas RSUD Latemmamala Rahma menjelaskan, rubuhnya plafon disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, kondisi cuaca dengan angin yang cukup kencang. Kedua, usia bangunan yang sudah cukup tua.Pasalnya,  dibangun sejak tahun 2015. Ketiga, adanya pemasangan gorden atau tirai pembatas tempat tidur yang harus mencapai langit-langit plafon perawatan sehingga membebani struktur plafon.

“Kondisi bangunan yang sudah cukup tua di mana dibangun sejak tahun 2015,” kata Rahma melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (18/1/2026).

Rahma menyebut, pada saat kejadian terdapat dua orang pasien yang sedang menjalani rawat inap, tepatnya di bed 4A dan 4B.

“Alhamdulillah tidak menimpa pasien yang dirawat. Hanya membuat kaget pasien dan keluarganya karena mengira terjadi gempa, dan respon petugas cepat mengantisipasi melakukan evakuasi,” tuturnya.

Terkait pemasangan gorden pembatas, Rahma menyatakan hal tersebut akan ditinjau kembali.

 “Adanya pemasangan gorden/tirai pembatas tempat tidur harus sampai di langit-langit plafon perawatan. Sehingga akan membebani plafon. Ini akan ditinjau kembali,” ujarnya.

Namun demikian, Rahma tidak memberikan tanggapan mengenai siapa pihak yang akan bertanggung jawab dalam peristiwa ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sebelumnya, Anggota DPRD Soppeng Ardi Doma mengkritik keras peristiwa runtuhnya plafon di ruang Perawatan Interna III. Ia mendesak dilakukannya pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan rumah sakit serta audit teknis yang transparan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Ardi meminta dilakukan audit teknis untuk memastikan penyebab runtuhnya plafon, apakah karena usia bangunan, kelalaian pemeliharaan, atau kualitas konstruksi yang buruk.

“Jika ditemukan unsur kelalaian, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page