Metro

Kepsek SDN 94 Kampiri Laenre Bantah Dugaan Pengucilan Siswa

×

Kepsek SDN 94 Kampiri Laenre Bantah Dugaan Pengucilan Siswa

Sebarkan artikel ini

ilustrasi

KABAR-SATU, SOPPENG — Kepala SDN 94 Kampiri, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng Lenre membantah  tidak ada perlakuan tidak menyenangkan terhadap siswa oleh oknum guru di sekolah yang dipimpinnya. Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi kabar satu melalui pesan singkat whasApp. Selasa (10/2/2025) terkait kabar dugaan pengucilan terhadap salah satu siswa. Saat ditanya mengenai isu adanya siswa yang dikucilkan karena diduga tidak membeli dagangan oknum guru, ia memberikan jawaban singkat. 

“Tidak ada,” ujarnya melalui pesan singkat. 

Sebelumnya, beredar informasi di media mengenai pengakuan seorang siswi kelas III SDN 94 Kampiri yang mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari oknum guru yang juga merupakan wali kelasnya. Siswi yang identitasnya dirahasiakan tersebut mengaku tidak diajak berbicara oleh gurunya selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas.

Siswi tersebut mengaku mulai merasakan perubahan sikap setelah pihak keluarganya mendatangi sekolah dan melaporkan dugaan praktik penjualan barang oleh oknum wali kelas kepada pihak sekolah. Ia mengaku merasa sedih karena merasa diabaikan saat berada di dalam kelas. 

“Sejak orang tua saya datang ke sekolah dan melapor, saya tidak diajak bicara lagi sama ibu guru,” ujarnya sepertindimkutip dari online kasus.com

Menurut pengakuannya, selama proses pembelajaran berlangsung, ia hanya bisa diam di kelas. Bahkan saat mencoba bertanya terkait pelajaran, pertanyaannya disebut tidak mendapat tanggapan dari guru. Ia juga menyebut, teman-teman lainnya tetap diajak berkomunikasi seperti biasa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan oknum guru mengancam tidak memberikan nilai kepada siswa apabila tidak membeli barang dagangan yang dijual di lingkungan sekolah. Salah satu siswa disebut menyampaikan bahwa siswa yang tidak membeli dagangan tersebut diancam tidak diberi nilai. 

Dugaan tersebut mendapat perhatian dari orang tua siswa. Perwakilan orang tua siswa kelas III berinisial KRD membenarkan  pihaknya telah mendatangi sekolah untuk menyampaikan keberatan. Ia menilai guru seharusnya tidak melakukan tindakan yang dapat menekan psikologis siswa. 

Namun, menurutnya, setelah laporan disampaikan, anaknya kembali dipanggil oleh guru yang bersangkutan dan disebut menyampaikan tidak takut meskipun telah dilaporkan.

Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page