Anggota DPR RI Faraksi PPP H Muh Aras.S.Pd.,MM saat memberikan sambutan
KABAR-SATU,SOPPENG —- Anggota DPR-RI Muh Aras mensosialisasikan Empat pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Sosialisasi yang dilaksankan Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Selasa (9/2/21), dihadiri 30 peserta dari penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng.
Mengawali acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Fitriadi mengucapkan selamat datang kepada Anggota DPR-RI Fraksi PPP Muh Aras beserta rombongan.
“Selamat datang di Kantor kami, suatu kebanggaan ketika kami mendapat kunjungan kerja dari Anggota Dewan yang terhormat bersama rombongan,”katanya saat memberikan sambutan.
Kakan Kemenag juga menegaskan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut, tetap mematuhi protokol Kesehatan.
“Sebelumnya kami meminta rekomendasi kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Soppeng” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Dari 77 penyuluh Agama yang ada di Soppeng, rencananya akan mengundang 50 orang.
Namun, sambungnya, berdasarkan surat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19, hanya diizinkan 30 orang peserta.
“keterbatasan jumlah peserta kiranya tidak mengurangi nilai dan makna dari kegiatan ini,”ungkapnya.
Lebih jauh, Kakan Kemenag menilai bahwa Sosialisasi 4 pilar kebangsaan sangat relevan dengan melibatkan para penyuluh Agama. Pasalnya, merekalah pionir Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sehingga Katanya, pesan-pesan tentang empat pilar tersebut, dapat tersosialisasikan ke masyarakat luas melalui penyuluh Agama.
“saya berharap kegiatan sosialisasi ini, dapat dilaksanakan di seluruh unit kerja Kementerian Agama baik Madrasah, KUA, Pondok Pesantren, dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya yang ada di Kabupaten Soppeng,”harapnya.
Sementara, Anggota DPR-RI Muh. Aras memaparkan, Indonesia memiliki fondasi yang dikenal dengan istilah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Diakuinya, Empat pilar tersebut, telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dan menjadi komitmen kebangsaan yang harus terus ditingkatkan.
“Nilai empat pilar sebagai legacy yang sudah sepatutnya harus kita jadikan warisan kebangsaan yang harus kita jaga kita rawat dan yang lebih penting lagi kita hadirkan dalam setiap ruang publik dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkap putra kelahiran Soppeng ini. (Hen)















