Foto (ist)
KABAR-SATU,TAKALAR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi mengumumkan tiga tersangka dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). Yakni, eks Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kementan, Muhammad Hatta.
“Kami menetapkan SYL, KS dan MH sebagai tersangka dugaan korupsi di Kementan,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Rabu (11/10/2023) malam.
Pemeriksaan kasus dugaan korupsi eks Mentan RI yang melibatkan Dirjen Alsinta tersebut, akankah merembes hingga ke Kabupaten Takalar? Sebab, kasus dugaan korupsi pengadaan Alsintan Combine Farm tahun 2019-2020 pernah dilaporkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, yang diduga melibatkan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Takalar, Muh. Hasbi Bantang.
Terlebih, Direktur Alsintan Kementan, Muhammad Hatta yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK itu merupakan rekan seangkatan Hasbi Bantang di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Tahun 2004. “Bisa jadi kasus yang ditangani KPK itu merembes ke Takalar, karena beberapa tahun terakhir ini, Takalar menjadi salah satu kabupaten yang kebanjiran bantuan Alsintan dari Kementan. Apalagi, Direktur Alsintan Kementan, kan lettingnya Pak Sekda di STPDN Tahun 2004,” ungkap salah seorang aktivis pemuda Takalar, Sahabuddin, Jumat (13/10/2023).
Dalam laporan LSM tersebut, lanjut dia, jenis alat pertanian Combine Farm yang diduga disalahgunakan pada tahun 2019 yakni 16 unit Kubota DC 70 dengan harga Rp475 juta /unit, totalnya Rp7,6 miliar. Kemudian, tahun 2020 sebanyak 20 unit Kubota DC 60 dengan harga Rp375 juta, total Rp7,5 miliar. Sehingga total dugaan kerugian negara ditaksir mencapai angka Rp15,1 miliar.
“Memang pernah ada LSM yang melaporkan dugaan korupsi Alsintan tersebut ke Kejari Takalar pada tahun 2021 lalu, namun hingga saat ini tidak ada tindaklanjutnya. Semoga saja Ibu Kajari Takalar yang baru ini, bisa menelaah dan menindaklanjuti kembali laporan LSM tersebut,” harap Sahabuddin.
Sementara itu, Sekda Takalar, Muh. Hasbi Bantang yang berusaha dikonfirmasi terkait hal tersebut di atas, Jumat (13/10/2023) malam, tidak berhasil. Pesan konfirmasi yang dilayangkan via WhatsApp-nya pun tidak dibalas.
din












