Hukum & Kriminal

Kasi Intel Kejari Soppeng : Penaganan Perkara Pidana Kehutanan Sudah Profesional

16
×

Kasi Intel Kejari Soppeng : Penaganan Perkara Pidana Kehutanan Sudah Profesional

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi penebangan pohon

KABAR-SATU,SOPPENG — Kejaksaan Negeri Soppeng menilai penaganan perkara kasus dugaan tindak pidana kehutanan sudah di tangani secara profesional oleh Jaksa Penutut Umum (JPU), baik secara formil maupun secara materil. Hal tersebut dikatakan Kepala seksi intelelijen Fri Harmoko.

Menurutnya, penaganan perkara tersebut, sesuai yang dikehendaki Pasal 184 ayat (1) Kitap Undang undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sudah terpenuhi dan siap untuk dibuktikan di Pengadilan dan saat ini proses persidangan telah berjalan.

Dikatakanya, lokasi (Ale Sewo,kecamatan Lalabata Red), tempat para terdakwa melakukan Penebangan pohon jenis Jati (Tectona Grandis), masuk dalam kawasan hutan lindung tampa ijin yang berwenang, sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI, Nomor : SK.5536/Menhut-VII/KUH/2014, tentang penetapan kawasan hutan pada kelompok hutan Laposo Nini Conang, register 1 dan 2, serta kelompok hutan Nepo-Nepo register 5 seluas 43.401,37 Hektar di Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.

“para terdakwa melakukan penebangan Tanpa ijin yang berwenang, dimana pohon kayu jati tersebut juga masuk dalam kwasan hutaan lindung.Jadi tak ada diskriminasi dalam penaganan perkara ini,”katanya,Rabu (30/9/2020)

Ia menjelaskan, jumlah kayu yang ditebang oleh para terdakwa yang telah disita dan dijadikan barang bukti, dalam berkas perkara ini berupa 122 balok kayu, dengan ukuran Panjang dan diameter berbeda-beda, 43 balok tiang kayu dengan ukuran Panjang dan diameter berbeda-beda.

“diamankan juga 70 lembar pasak kayu jati, 9 lembar papan kayu jati, 9 balok kayu jati, 4 balok tiang kayu, 3 lembar pasak kayu jati, 4 lembar papan kayu jati serta 2 lembar tiang tangga kayu jati,”jelasnya.

Ia menyebutkan, sesuai dengan surat Penetapan Hari Sidang Pengadilan Negeri Watansoppeng Nomor : 84/Pid.B/LH/2020/PN Wns tanggal 21 September 2020, telah dilakukan persidangan dengan acara pembacaan dakwaan, dan para terdakwa berikut penasehat hukum, tidak mengajukan esepsi sehingga sidang akan dilanjutkan kembali pada hari selasa tanggal 06 Oktober 2020, dengan acara pemeriksaan Saksi.

“masyarakat dapat menyaksikan jalannya persidangan secara terbuka untuk umum bertempat di Pengadilan Negeri Watansoppeng,”ujarnya.

Sekedar diketahui, sebelumya diberitakan, penasehat hukum menganggap, ada dugaan kriminalisasi dalam persidangan tindak pidana kehutanan terhadap ketiga terdakwa diantaranya, Natu bin Takka, Ario Permadi bin Natu, Sabang bin Beddu, yang digelar
Pengadilan Negeri Watansoppeng beberapa waktu lalu. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page