KABAR-SATU,SOPPENG — Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Selasa (12/5/2026), guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Pertemuan ini digabung dengan HLM TP2DD dan TPAKD.Selasa (12/5/2026).
Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyatakan harga kebutuhan pokok di daerahnya masih relatif terkendali dan stabil, hasil dari pemantauan harga rutin, operasi pasar murah, serta sidak ke pasar dan distributor untuk mencegah penimbunan.
Wakil Bupati Selle KS Dalle menambahkan, masyarakat diajak menanam cabai dan bawang merah secara mandiri di pekarangan sebagai antisipasi inflasi, mengingat kedua komoditas itu sering jadi penyumbang kenaikan harga meski masa panennya singkat (2–3 bulan).
Dari sisi keamanan, Kapolres AKBP Aditya Pradana melaporkan situasi Kamtibmas kondusif, tanpa laporan penimbunan bahan pokok atau BBM dalam sepekan terakhir, dan antrean BBM yang sempat terjadi sudah teratasi. Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yuliyanto menegaskan TNI dan Bulog akan terus memantau harga beras, minyak goreng, dan gula.
Kepala BPS Soppeng Muhammad Rismat memprediksi kenaikan harga pada gula pasir, telur ayam ras, bawang merah dan putih, minyak goreng kemasan, daging sapi, serta daging ayam ras, sementara harga cabai rawit dan cabai merah justru turun dibanding tahun lalu.
Sebagai langkah konkret, Kejaksaan Negeri Soppeng akan menggelar pasar murah pada 20 Mei 2026 bersama Bulog. Pimpinan Bulog Cabang Soppeng, Abd Halim Sarro, mengungkapkan tahun 2026 menjadi kali pertama Soppeng mendapat kuota beras SPHP sekitar 600 ton, ditambah rencana penyaluran jagung bekerja sama dengan asosiasi peternak setempat



















