foto (ist)
KABAR-SATU,SOPPENG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Soppeng menggelar workshop pendidikan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah luar biasa di Kabupaten Soppeng.
Kegiatan yang dilaksanakan belum lama ini merupakan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan khusus di Kabupaten Soppeng.
Workshop yang mengambil tema “Meningkatkan Daya Pikir Kritis dan Logis Melalui Literasi dan Numerasi” ini menghadirkan narasumber kompeten Andi Sahariah, Pengawas Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan tema ini sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kemampuan siswa berkebutuhan khusus dalam era pembelajaran modern.
Andi Sahariah menuturkan, workshop tersebut merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para pendidik dalam bidang pendidikan khusus.
“Saya berharap melalui workshop ini kita dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kita,” ujarnya.
Sahariah menegaskan, workshop ini dapat menjadi sarana berbagi berbagai pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kolaborasi antar sekolah luar biasa diharapkan dapat menciptakan sinergi positif dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita,” ajak Andi Sahariah kepada seluruh peserta workshop.
Semangat pembelajaran berkelanjutan ini diharap dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan anak berkebutuhan khusus di Soppeng.
Workshop ini diikuti oleh lima sekolah luar biasa terkemuka diantaranya, SLBN 1 Soppeng sebagai penyelenggara, SLBN YPPKS Takalala, SLB As Adiyah Cabbeng, SLB Mainong, dan SLB YPAB Ganra. Kehadiran berbagai institusi pendidikan khusus ini menunjukkan tekad bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Literasi dan numerasi menjadi fokus utama dalam workshop ini mengingat pentingnya kedua aspek tersebut dalam pengembangan kemampuan dasar siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan yang tepat dalam mengajarkan literasi dan numerasi dapat membantu siswa mengembangkan daya pikir kritis dan logis sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
Para peserta workshop tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan narasumber. Diskusi interaktif dan sharing pengalaman antar sekolah menjadi momen berharga untuk saling belajar dan berbagi best practice (metode Red) dalam penanganan pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah luar biasa di Kabupaten Soppeng. Dengan adanya peningkatan kompetensi para pendidik, siswa berkebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Hen/Adr

































