Foto (ist)
KABAR-SATU,WAJO — Bupati Wajo Amran Mahmud melakukan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Program Unggulan dengan Institut Agama Islam As’adiyah, di Kampus IAI As’adiyah sengkang. Kamis (11/3/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Amran Mahmud mengatakan, pondok pesantren tertua yang berdiri di Wajo adalah Pondok Pesantren As’adiyah, sehingga Kabupaten Wajo ini, dikenal sebagai kota santri yang telah mencetak banyak ulama.
Dikatakannya, salah-satu yang menjadi perhatiannya adalah penyiapan sumber daya manusia generasi insani, dalam menghadapi era globalisasi, era digital dan era industri 4.0.
“Kami perintahkan kepada Dinas PMD untuk mencari dan menyiapkan generasi insani di setiap desa, yang mau menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi IAI As’adiyah. Tentu ini kami lakukakan untuk menjawab tantangan ke depan memasuki era globalisasi dan era industri 4.0. Tahun lalu ada Lima Puluh Delapan anak yang mengikuti program ini,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Selama kurung waktu dua tahun kepemimpinanya kami, sudah cukup banyak pondok Tahfidz yang di resmikan.
“Berdasarkan Data yang tercatat di Bagian Kesra, sudah ada 1.500 anak yang sementara menghafal Al-Qur’an. Kami berharap di kepemimpinan kami bisa mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an,” katanya.
Sementara, untuk program gerakan mesjid cantik (gemantik), Amran Mahmud menyebutkan, kalau sudah membuat Perbup menjelaskan standarisasi mesjid cantik.
“Kami juga sudah membuat Perbup yang mengatur standar kelayakan mesjid, karena mesjid cantik itu tidaklah harus mewah, tetapi lebih kepada memiliki memiliki standar kelayakan dari segala aspek, serta bisa dimakmurkan jamaah,”tutupnya. (Hen/ Tbr/ A.Upi)
Adv Humas Wajo













