Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 5/D1304-20.11/IV/2026







Pengumuman tentang sertifikat hilang nomor 4/D1304-20.11/IV/2026


Metro

Warga Nilai  PT Arista Cipta Lemah Melakukan Pengawasan

×

Warga Nilai  PT Arista Cipta Lemah Melakukan Pengawasan

Sebarkan artikel ini

Kondisi talud di depan puskesmas tanjong e yang di kerjakan PT Usfatindo

KABAR-SATU, SOPPENG — Masyarakat Desa Marioriaja, Kecamatan marioriwawo, Kabupaten Soppeng menilai PT Arista cipta selaku konsultan pengawas, lemah dalam melakukan pengawasan pada pekerjaan ruas jalan Pekkae – Soppeng.

Rusdiaman salah satunya mengatakan, lemahnya.pengawasan yang dilakukan oleh konsultan pengawas membuat pekerjaaan yang dikerjakan oleh PT Usfatindo menjadi terbengkalai, dengan berdampak pada tidak sesuainya metode pelaksanaan yang telah di tetapkan dari kontrak.

Meski demikian, Rusdiaman mengakui, proyek yang menelan anggaran Rp 33.386.435.645 tersebut bukanlah sebuah akhir. Pasalnya, sesuai aturan dalam pelaksanaan jasa konstruksi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dapat memberikan perpanjangan waktu kepada pelaksana pekerjaan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan yang sangat mendesak.

” pengawasan dan pengendalian kontrak dari PPTK Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan lemah sehingga membuat pekerjaan ini menjadi terbengkalai,”katanya. jum,at (6/1/2023).

Hal senada di utarakan, praktisi hukum Abdul Rasyid. SH ,CPL.cpl Menurutnya, dalam melaksanakan pekerjaan antara pengguna dan penyedia jasa dalam hal ini PPK Dinas PUPR Provinsi Sulawesi dan Pelaksana Pekerjaan PT. Usfatindo, harus sesuai dengan klausul klausul dalam Kontrak diantara, Jangka waktu pelaksanaan, Volume RAB , Nilai Anggaran, Spesifikasi dan lain lain yang disepakati.

” ketika itu tidak dipenuhi berpotensi besar terjadi penyalahgunaan keuangan negara,”kata mantan ketua Somasi ini.

Sementara PPTK Dinas PU Provinsi Bahtiar mengklaim jika pekerjaan tersebut akan dikerjakan minggu ini.

“Minggu ini cuma menunggu pekerjanya karna lagi libur,”Pungkasnya.  

Untuk diketahui, proyek yang menelan anggaran Apbd Tk 1 senilai miliaran itu, dikerjakan PT Usfatindo dengan konsultan pengawas PT Arista Cipta. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *