foto (ist)
KABAR-SATU,SOPPENG — Sosialisasi dan simulasi pertolongan dasar penanggulangan bencana digelar di MTs Darunnaim Pesse Rabu (15/4/2026), dengan fokus pada penanganan awal kasus patah tulang di wilayah pegunungan yang rawan bencana.
Kegiatan tersebut menjadi langkah rill dalam meningkatkan kesiapsiagaan santri menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kebencanaan yang diinisiasi BPBD Soppeng guna memperkuat pemahaman dan keterampilan dasar para santri.
Kepala Pelaksana BPBD Soppeng Shahrani mengatakan, Akbar Siradjid selaku koordinator bersama tiga anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), yakni Jetri, Ari, dan Fajar untuk memberikan sosialisasi sekaligus memandu simulasi.
Dalam pemaparannya Akbar Siradjid menjelaskan secara rinci langkah-langkah pertolongan pertama pada korban patah tulang, mulai dari mengenali tanda-tanda cedera hingga teknik imobilisasi sederhana menggunakan alat seadanya.
“Pentingnya menjaga kondisi korban tetap stabil sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.” katanya.
Selain itu, para santri diberikan pemahaman tentang pentingnya tetap tenang saat menghadapi situasi darurat, bekerja sama dalam tim, serta segera melaporkan kejadian kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Simulasi berlangsung interaktif dengan melibatkan langsung para santri untuk mempraktikkan teknik pertolongan yang telah dijelaskan.
Hen

































