Metro

P2TP2A Sulsel : Polisi Harus Usut Tuntas Fakta Pernikahan Sejenis Di soppeng

45
×

P2TP2A Sulsel : Polisi Harus Usut Tuntas Fakta Pernikahan Sejenis Di soppeng

Sebarkan artikel ini

KA UPT P2TP2A Sulsel Meisy Sari Bunga Papayungan, SKM., MSc., PH

KABAR-SATU,MAKASSAR — Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pelayanan Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Selawesi selatan (Sulsel), mendorong aparat Kepolisian membongkar fakta dan megusut tuntas peristiwa pernikahan sesama jenis yang terjadi di Kabupaten Soppeng.

Kepala UPT P2TP2A Sulsel Meisy Sari Bunga Papayungan mengatakan, aparat kepolisian juga harus mengusut mengapa sampai pelaku Ms bisa lolos merubah identitasnya, menjadi laki laki untuk dokumen nikah,serta seluruh yang terlibat dalam kasus pernikahan sesama jenis (perempuan), di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau.

Menurut wanita berparas ayu ini, perlu juga di lakukan pendalaman terhadap keluarga Ms, mengapa bisa membiarkan pernikahan tersebut, sedangkan mereka tahu persis Anak mereka Ms seorang Perempuan.

“ya tentunya kami akan melakukan koordinasi dengan kadesnya. P2TP2A Soppeng juga harus hadir pada saat pemeriksaan pelaku sesuai lingkup kewenangan,”kata Meisy Papayungan, saat di hubungi,Minggu (14/6/2020).

Wanita kelahiran Makassar 1969 silam ini menyebutkan, sejak berkenalan pada Februari 2019 lalu, Mt mengakui tak megetahui jika Ms adalah perempuan. Akan tetapi mereka (berdua Red), tetap melanjutkan hubungan karna sudah sama sama saling mencintai.

Lebih lanjut Wanita lulusan S2 Epidemiology & Health promotion, Griffith, University, Brisbane, Australia ini menuturkan, demi memuluskan rencananya, Ms menyembunyikan identitas diri yang sebenarnya dengan menggunakan nama samaran di hadapan kedua orang tua Mt.

“Ms dengan berpenampilan selayaknya seorang pria dan menggunakan nama panggilan laki – laki,”ujar mantan konsultan /sekertaris Eksekutif DHS1-Asian Developmen Bank ini.

lulusan S1 FKM Unhas ini.menambahkan, melihat hubungan kedua pasangan terlarang itu cukup lama, orang tua Mt meminta Ms agar kiranya menikahi anaknya, guna menghindari aib. Orang tua Mt tidak mengetahui jika Ms merupakan wanita.

“Kedua orang tua Mt tak tahu jika sebenarnya Ms seorang dengan jenis kelamin perempuan,”tutup ibu dua anak ini.(Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page