foto (ist)
KABAR-SATU,SOPPENG — Muhammad Noval Afkar, siswa berbakat SDN 237 Aletellue, berhasil meraih kesempatan untuk mewakili Gugus 3 Kecamatan Lalabata dalam ajang Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Soppeng. Lomba tersebut diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng Rabu (11/6/2025).
Acara ini menjadi momentum dalam upaya menumbuhkan minat baca serta melestarikan kecintaan terhadap cerita rakyat di kalangan siswa sekolah dasar. Noval tampil di hadapan dewan juri dan para hadirin dengan kemampuan bertutur yang mengesankan, menunjukkan hasil dari persiapan matang yang telah dilakukannya bersama tim pembimbing.
Kepala SDN 237 Aletellue, Muhlis, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas partisipasi Noval dalam kompetisi ini.
“Kami bangga dengan pencapaian Noval. Keikutsertaannya dalam lomba ini tidak hanya menunjukkan bakatnya, tetapi juga mencerminkan semangatnya dalam melestarikan budaya bertutur yang merupakan warisan leluhur,” ungkap Muhlis.
Lebih lanjut, Muhlis menyatakan harapannya agar Noval dapat memberikan penampilan terbaiknya dan menjadi sumber inspirasi bagi teman-teman sebayanya.
“Semoga Noval bisa memberikan yang terbaik dan menjadi teladan bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan minat mereka,” tambahnya.
Rudi Wiratman, wali kelas V sekaligus pembina kegiatan bertutur di SDN 237 Aletellue, memberikan perspektif yang bijaksana mengenai makna partisipasi dalam lomba ini.
Menurutnya, lomba bertutur merupakan ajang latihan yang berharga sekaligus sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
“Yang penting adalah adanya usaha untuk berlatih dan tampil dengan percaya diri terlebih dahulu. Masalah pencapaian juara adalah bonus yang mengikuti,” jelasnya.
Lomba bertutur tingkat kabupaten ini memiliki peran strategis sebagai wadah bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik serta mengembangkan kreativitas mereka dalam seni bercerita. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk membangun karakter dan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman tampil di hadapan audiens yang lebih luas.
Sebagai agenda tahunan yang rutin diselenggarakan, lomba bertutur memiliki tujuan mulia untuk memupuk minat baca di kalangan siswa sekaligus menjaga agar tradisi cerita rakyat tetap lestari dan hidup di tengah generasi muda. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya komprehensif untuk melestarikan kekayaan budaya lokal sambil mengembangkan kemampuan literasi siswa.
Hen














