Foto (int)
KABAR-SATU,SOPPENG — Dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng tercoreng. SMP Negeri 1 Watansoppeng, yang selama ini dikenal sebagai sekolah percontohan dan seolah bebas dari praktik bullying, justru diterpa isu memalukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun KABAR SATU dua peserta didik yang diduga terlibat dalam aksi bullying di sekolah itu dikabarkan telah meminta keluar dari SMPN 1 Watansoppeng beberapa waktu lalu. Informasi ini diperoleh dari sumber internal yang enggan disebutkan namanya.
.
“Sudah keluar dari sekolah itu,” ujar sumber tersebut singkat.
Ironisnya, kasus tersebut muncul di tengah citra sekolah yang selama ini digadang-gadang sebagai lingkungan aman dan ramah bagi peserta didik. Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya praktik perundungan diduga terjadi dan mencederai nilai-nilai pendidikan yang selama ini dikampanyekan.
Lebih mengejutkan lagi, muncul dugaan peristiwa bullying tersebut dindiga sengaja ditutup-tutupi oleh pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Watansoppeng, Supriyadi Usman. Hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan, baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon seluler, tak kunjung mendapat tanggapan.
Sebelumnya, peristiwa bullying di SMPN 1 Watansoppeng sempat menjadi perbincangan hangat setelah beredar informasi bahwa korban dan pelaku adalah sesama peserta didik. Namun alih-alih ditangani secara terbuka dan transparan, kasus ini justru diduga mengendap tanpa kejelasan, memunculkan kecurigaan adanya upaya pembungkaman demi menjaga nama baik institusi.
Hen













