Foto (dok)
KABAR-SATU,SOPPENG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kondisi udara memburuk hingga masuk kategori tidak sehat menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Dampak kabut asap tersebut menjadi perhatian pihak sekolah di Kabupaten Soppeng. Salah satunya SDN 165 Asanae yang mengimbau seluruh warga sekolah agar menggunakan masker sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala SDN 165 Asanae Hattase menegaskan, pentingnya penggunaan masker bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah selama kondisi udara belum membaik. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian pihak sekolah terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi lingkungan yang kurang kondusif.
“Kami dari pihak sekolah mengimbau kepada seluruh warga SDN 165 Asanae untuk mengenakan masker guna melindungi mereka dari paparan kabut asap, karena dapat berpotensi memicu gangguan pernapasan,” kata Hattase.Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, penggunaan masker merupakan salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel asap, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara menurun.
Karena itu, warga sekolah sekiranya mematuhi imbauan tersebut selama kabut asap masih berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain penggunaan masker, masyarakat juga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, terutama bagi anak-anak dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernafasan.
“Kami berharap kondisi udara di Kabupaten Soppeng segera kembali normal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. harapnya.
Hen/Adr








