Ketua DPP Lankoras-HAM, Mukhawas Rasyid
Pasalnya, AR dan WP diduga memiliki peran penting dalam mengatur sejumlah paket proyek di Kabupaten Takalar, khususnya dalam proyek rehab SD dan SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Takalar.
“Dua oknum AR dan WP yang diduga loyalis Bupati Takalar, ini perannya sangat besar dalam menentukan kontraktor yang akan mengerjakan proyek itu. Modusnya itu, setelah ada hasil pengumuman tender, para kontraktor pemenang ini dipanggil oleh AR maupun WP untuk membahas masalah fee (Setoran). Jika kontraktornya menolak, maka akan digantikan oleh kontraktor lain yang bersedia setor fee,” beber Ketua DPP Lankoras-HAM, Mukhawas Rasyid, SH, MH, Rabu (9/2/2022).
,”Olehnya itu, kami meminta agar penyidik Polda Sulsel untuk menelisik peran AR dan WP ini. Semua kontraktor di Takalar pasti tahu dan kenal siapa ini AR dan WP. Jika dia dipanggil dan diperiksa, maka kasus ini akan dengan mudahnya dituntaskan,” ujarnya.
Sementara itu, AR yang dikonfirmasi terkait dugaan tersebut mengaku, bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal penunjukan kontraktor proyek rehab gedung SD dan SMP di Disdikbud Takalar tersebut.
“Saya tidak tahu-menahu soal itu, mungkin salah orang ini,” singkatnya via telepon selulernya, Selasa (8/2/2022).
Sedangkan WP yang berusaha dikonfirmasi Rabu (9/2/2022), belum merespon. Pesan WhatsApp yang dikirimkan belum juga dibalas hingga berita ini naik tayang.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber yang layak dipercaya membenarkan bahwa AR memiliki peran penting dalam mengatur pemenang proyek disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Takalar.
“Itu sudah menjadi rahasia umum. Bahkan, dia (AR) itu dijuluki sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) juga disana (Disdikbud Takalar),” ungkap sumber yang minta identitasnya dirahasiakan, Rabu (9/2/2022).(rif)

































