foto (dok)
KABAR-SATU,SOPPENG —Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) membangun dua unit jamban keluarga model panggung beserta satu unit septic tank di Kampung Taluma Kaca, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Teknologi tepat guna ini diterapkan untuk mengatasi persoalan sanitasi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir di pinggiran Danau Tempe belumlama ini.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Penerapan Jamban Keluarga Model Panggung pada Daerah Rawan Banjir di Kawasan Pinggiran Danau Tempe” ini diketuai Dr. Sudiadharma, M.Kes., beranggotakan Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T., IPU., ASEAN Eng., dan Ar. Wahyudi Hasfi, S.T., M.Ars., IAI., serta melibatkan dua mahasiswa, M. Akbar Fauzan Junaid dan Irfandi.
Sudiadharma mengatakan, program ini lahir dari kondisi masyarakat pinggiran Danau Tempe yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas jamban keluarga yang aman dan sesuai kondisi lingkungan yang rawan genangan.
“Kegiatan pengabdian ini berangkat dari kondisi masyarakat di kawasan pinggiran Danau Tempe yang menghadapi permasalahan sanitasi, khususnya keterbatasan fasilitas jamban keluarga yang aman dan sesuai dengan kondisi lingkungan,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, kawasan permukiman yang rawan genangan dan banjir membutuhkan sarana sanitasi yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Kondisi ini, menurutnya, berdampak langsung pada kenyamanan, kesehatan keluarga, hingga kebersihan lingkungan warga.
Sebagai solusinya, tim pengabdian menghadirkan inovasi jamban keluarga model panggung dengan konstruksi yang ditinggikan dari permukaan tanah, sehingga lebih sesuai untuk kawasan yang berpotensi tergenang atau terendam banjir.
Jamban tersebut dilengkapi closet fiber glass dan instalasi pipa PVC berdiameter 2,5 inci, serta didukung pembangunan septic tank sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah. Pemilihan model dan material disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan warga agar sarana ini dapat digunakan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Hingga saat ini, seluruh bagian konstruksi dua unit jamban dan satu unit septic tank telah rampung dikerjakan.
Penerapan teknologi ini dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan 10 orang warga mitra. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut serta dalam proses pembangunan sejak awal, mulai dari pengecoran, pemasangan konstruksi, hingga tahap penyelesaian.
“Keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, manfaat kegiatan diharapkan tidak hanya berupa tersedianya fasilitas sanitasi, tetapi juga meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan sarana sanitasi di lingkungannya,” kata Sudiadharma.
Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi dan pelatihan mengenai cara membangun serta menggunakan jamban keluarga model panggung, guna meningkatkan keterampilan warga dalam merancang sarana sanitasi yang sesuai dengan kondisi daerah rawan banjir.
“Penerapan fasilitas sanitasi yang lebih aman diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Tim pengabdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Negeri Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, serta kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah membantu jalannya program.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan ini sekiranya mampu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, peduli lingkungan, dan mampu memanfaatkan teknologi tepat guna sesuai kondisi wilayahnya.
Hen/Ay
































