Metro

Dari Bambu hingga Abon Bandeng LP2M UNM Dorong Ekonomi Warga Pulau Lakkang

×

Dari Bambu hingga Abon Bandeng LP2M UNM Dorong Ekonomi Warga Pulau Lakkang

Sebarkan artikel ini

Foto (ist)

KABAR-SATU,SOPPENG  — LP2M Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Pulau Lakkang, Kota Makassar, dengan mengusung tema “Penguatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pulau Lakkang melalui Inovasi Kursi Bambu Ramah Lingkungan dan Produksi Abon dengan Pendekatan Desain Partisipatif dan Teknologi Tepat Guna.”

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah potensi lokal melalui inovasi produk, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan usaha bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin Dr. Ir. H. Ayuddin, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ACPE, dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Negeri Makassar, bersama tim pengabdi LP2M UNM yang terdiri atas Dr. Agus Syam, S.Pd., M.Si., Ir. Sudarmanto Jayanegara, S.T., M.T., dan Munawwarah, S.Pd., M.Pd. 

Program difokuskan pada pemanfaatan dua potensi unggulan Pulau Lakkang, yakni bambu dan hasil budidaya ikan bandeng, sebagai sumber penguatan ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi memberikan pelatihan kepada kelompok pengrajin bambu mengenai teknik pembuatan kursi bambu yang lebih inovatif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. 

Sementara itu, kelompok rumah tangga mendapatkan pelatihan mengolah ikan bandeng menjadi abon sebagai produk olahan bernilai tambah yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Ayuddin mengatakan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga memberikan pendampingan dalam manajemen usaha, teknik pengemasan produk, hingga strategi pemasaran agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Potensi bambu dan perikanan di Pulau Lakkang sangat besar, sehingga perlu didukung dengan inovasi dan teknologi agar mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif,” ujarnya.Kamis (16/7/2026). 

Sementara, Lurah Lakkang, Burhan, S.Sos., mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, kegiatan LP2M UNM mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. 

“Pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, baik dalam pengembangan produk maupun peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif para pengrajin bambu dan kelompok rumah tangga selama pelatihan berlangsung. 

Mereka menginginkan pendampingan serupa dapat terus berlanjut sehingga produk-produk unggulan Pulau Lakkang semakin dikenal luas dan memiliki daya saing yang kuat.

 Hen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *