Kasat Reskrim Polres soppemg AKP Dodie Ramaputra. SH., MH (foto dok).
KABAR-SATU, SOPPENG — Kasus dugaan penculikan yang berujung pada meninggalnya seorang perempuan di wilayah Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, semakin menyita perhatian.
Aparat kepolisian terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh konstruksi peristiwa termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di luar terduga pelaku utama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Satu, selain terduga pelaku berinisial B, seorang perempuan yang diduga berprofesi sebagai dukun beranak turut dimintai keterangan oleh penyidik.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurai peran masing-masing pihak dalam perkara yang tengah ditangani.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Soppeng AKP Dodie Rama Putra membenarkan pihaknya turut mengambil keterangan yang bersangkutan. Namun demikian, ia menegaskan status dan perannya masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.
“Yang bersangkutan turut kami ambil keterangannya, terkait perannya masih kami dalami,” ujar Dodie saat dikonfirmasi, Rabu (2/4/2026).
Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan informasi awal perempuan yang diduga sebagai dukun beranak tersebut memiliki hubungan kekerabatan dengan terduga pelaku. Meski demikian, penyidik masih mendalami motif serta tujuan pertemuan antara pelaku dan korban dengan yang bersangkutan, guna memastikan kesesuaian fakta hukum di lapangan.
“Informasi awal yang kami terima yang bersangkutan merupakan kerabat pelaku. Namun tujuan kedatangan pelaku dan korban masih kami dalami untuk memastikan faktanya,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga mengakui adanya kendala dalam proses penyidikan. Pasalnya, terduga pelaku dinilai kurang kooperatif dalam memberikan keterangan. Kondisi ini mengharuskan penyidik mengumpulkan alat bukti dan keterangan tambahan guna memperjelas kronologi kejadian secara menyeluruh.
“Kami masih terus melakukan pendalaman. Pelaku kurang kooperatif, sehingga kami butuh keterangan saksi saksi dan bukti pendukung untuk memperjelas kronologi sesungguhnya,” tambah Dodie.
Sebelumnya, masyarakat Kecamatan Marioriawa digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan di area perkebunan. Menindaklanjuti temuan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat dengan membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, hingga akhirnya mengarah pada pengungkapan awal kasus yang kini masih terus dikembangkan.
Hen






























