foto (ist)
KABAR-SATU,SOPPENG — Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Watansoppeng Dedi Nugroho bersama staf jajaran serta jamaah Masjid Attaubah menyambut kehadiran Kapten Inf Irfan Nasir, Pasilog Kodim 1423/Soppeng yang juga dikenal sebagai Ustadz Kapten, saat mengisi kajian malam ketujuh. Rabu malam (25/2/2026).
Kehadiran Ustadz Kapten menjadi perhatian karena ia bukan sosok baru bagi warga rutan melainkan penceramah rutin yang dijadwalkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Soppeng untuk khutbah Jumat maupun ceramah hikmah Ramadhan.
Dalam kajiannya Kapten Inf Irfan Nasir tampil dengan ciri khasnya yang lugas, singkat, namun penuh makna. Tilawah Al-Qur’an yang merdu, kepemimpinan shalat yang khusyuk, serta penyampaian materi yang mudah dipahami kembali membuat jamaah larut dalam suasana religius.
Di tengah ceramah, Ustadz Kapten bahkan sempat menegur jamaah yang memberikan tepuk tangan. Ia mengingatkan bahwa masjid adalah tempat ibadah dan momentum Ramadhan harus dijalani dengan penuh adab dan kekhusyukan. Sikap tegas namun santun tersebut justru semakin menegaskan wibawa serta kedekatannya dengan jamaah, khususnya warga binaan dan petugas rutan.
Dalam materi kajian, ia mengangkat tafsir Q.S. Ali Imran ayat 103-104 tentang kewajiban amar ma’ruf nahi munkar serta larangan memperdebatkan hal-hal yang sudah jelas hukum halal dan haramnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan aqidah dan segera bertaubat sebagaimana pesan dalam Q.S. An-Nisa ayat 17, agar manusia tidak terjerumus dalam kejahilan dan perbuatan sia-sia yang dapat mendatangkan murka Allah.
Ustadz Kapten mengajak jamaah untuk tidak menunda kebaikan dan taubat, seraya mengingatkan bahwa waktu hidup sangat terbatas.
“It’s never too late to mend, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri,” ujarnya sembari menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh jamaah. Ia juga mengisyaratkan bahwa kemungkinan ini menjadi ceramah Ramadhan terakhirnya di Rutan Watansoppeng karena akan berpindah tugas ke Korem 141/Toddopuli Bone.
Usai shalat Tarawih, suasana haru semakin terasa ketika imam, pengurus masjid, staf rutan, dan jamaah berebut menyalami bahkan memeluk Ustadz Kapten sebelum meninggalkan kompleks rutan.
Karutan mengaku baru memahami pernyataan Dandim sebelumnya terkait adanya perwira yang akan pindah setelah Ramadhan. Ia menilai kedekatan Ustadz Kapten dengan staf dan warga binaan sangat luar biasa, mencerminkan hubungan kekeluargaan yang kuat selama berdakwah di Rutan Kelas IIB Watansoppeng.
Hen













