Pertanian

Alia Warjuni Paparkan Strategi Pemberdayaan Petani Milenial Soppeng

×

Alia Warjuni Paparkan Strategi Pemberdayaan Petani Milenial Soppeng

Sebarkan artikel ini

Foto (dok)

KABAR-SATU,MAKASSAR — Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Soppeng Alia Warjuni, S.TP., M.Si., memaparkan strategi pemberdayaan petani millenial sebagai kunci sukses Brigade Pangan pada aksi perubahan Diklat PKA Angkatan 19 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar, Jalan Bukit Baruga Antang.


Dalam aksi perubahan berjudul “Pemberdayaan Petani Milenial Kunci Sukses Brigade Pangan di Kabupaten Soppeng”, mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan ini mendefinisikan petani milenial sebagai petani muda produktif berusia 19-39 tahun yang adaptif terhadap teknologi digital dan inovasi pertanian.

“Ketahanan pangan sedang menjadi ancaman krisis di setiap negara. Kondisi ini membutuhkan peran petani milenial dan anak muda yang dapat bergerak cepat dalam memanfaatkan teknologi sehingga dapat mengatasi krisis regenerasi petani.” ujar Alia Warjuni.

Menurut Alia, ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim membuat peran petani milenial dalam pemanfaatan teknologi menjadi kunci penting menjaga ketahanan pangan khususnya di Kabupaten SOppeng Hadirnya generasi milenial sebagai penerus pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi terbaru dipandang dapat mengembangkan sektor pertanian di masa depan.

Data yang dipaparkan, berdasarkan Data BPS Tahun 2023 menunjukkan hingga saat ini jumlah petani di Kabupaten Soppeng keseluruhan mencapai 45.000 jiwa dengan jumlah petani milenial sebanyak 25.978 jiwa dan dari 25 ribu jiwa petani millennial tersebut yang menggunakan teknologi hanya dikisaran 4.500 jiwa

Alia mengidentifikasi ada beberapa factor yang menyebabkan minimnya generasi milenial berprofesi sebagai petani salah satunya stigma masyarakat yang menganggap remeh profesi petani sebagai pekerjaan yang kurang menguntungkan untuk masa depan disamping tingkat urbanisasi yang tinggi, kesulitan mendapatkan lahan pertanian serta keterbatasan sarana prasarana.

“Faktor-faktor tersebut berdampak terhadap lambatnya regenerasi petani di Kabupaten Soppeng” tuturmya.

implementasi aksi perubahan Diklat PKA Angkatan 19 dengan judul petani millenial sukses yang berlangsung dari Oktober hingga Desember 2025 tersebut melaksanakan beberapa materi smart farming mulai bimbingan teknis tahapan budidaya pra hingga pascapanen, pelatihan kewirausahaan dan agribisnis, hingga pelatihan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti drone, rotavator, combine harvester, dan hand tractor, termasuk pengoperasian hingga pemeliharaannya.

Hen


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *