Metro

Andi Hastuti “Pamit” Jejak Haru dan Duka Masyarakat Lilirilau  Terpaut dalam Kenangan

×

Andi Hastuti “Pamit” Jejak Haru dan Duka Masyarakat Lilirilau  Terpaut dalam Kenangan

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD kabupaten Soppeng Hj Andi Hastuti.S.Sos saat pamit (foto ono)

KABAR-SATU,SOPPENG — Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng menjadi saksi pamitnya Hj Andi Hastuti, anggota DPRD Kabupaten Soppeng, dalam acara reses masa persidangan II Tahun sidang 2023/2024.Selasa malam (30/1)

Tidak dapat dipungkiri, reses ini dirayapi nuansa kesedihan. Politisi Golkar ini dengan berat hati mengumumkan pamitnya kepada konstituen, memilih melangkah ke panggung politik yang berbeda, yaitu DPRD Kota Makassar pada Pemilihan Legislatif 14 Februari mendatang.

Wati, salah satu pendukung Andi Hastuti, dengan mata berkaca-kaca menceritakan bagaimana sosok ”Andi Hastuti” tak hanya menjadi wakil rakyat tetapi juga teman masyarakat. Sejak jauh sebelum terpilih menjadi anggota dewan, Wanita kelahiran Sengkang 10 Februari 1988 silam ini sudah merajut hubungan erat dengan warga melalui berbagai kegiatan bersama.

“Sedih memang, tapi ini adalah pilihan Pung Tuti. Semoga wakil baru kelak bisa setulus hati sepertinya” ucap Wati mencerminkan perasaan rakyat yang kehilangan sosok yang sangat dikenal dan dicintai.

Dengan perasaan sedih Andi Hastuti menyampaikan pamitannya, memohon maaf atas segala kekurangan selama lima tahun mewakili dapil III Lilirilau. 

Ibu tiga anak ini mengungkapkan pencapaiannya dan perannya sebagai perwakilan masyarakat tak terlepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh warga.

“saya pamit untuk hijrah ke DPRD Kota Makassar, tetapi hubungan ini akan tetap saya pelihara. Tanpa kalian semua, saya tak ada apa-apanya. Mohon doa dan dukungan agar saya juga bisa terpilih di DPRD Makassar,” ungkapnya, merayakan keterikatan yang terjalin dan memohon dukungan untuk langkah barunya.

Tak terbendung, haru menyelimuti reses yang dilaksanakan anak dari pasangan Andi Jemma dan Andi Sukmawati ini. Kehadiran dan kontribusi politisi yang memiliki tagline ‘hatii’ ini tak hanya menciptakan kebijakan, tetapi juga melibatkan hati masyarakat dalam setiap langkahnya. 

Pamitnya anak ke dua dari empat bersaudara ini yang penuh rasa haru dan permohonan maaf menggambarkan betapa beratnya meninggalkan jejak di tanah yang telah membesarkan namanya.

Rasa haru dan duka tidak hanya dirasakan oleh Andi Hastuti dan konstituennya, tetapi juga merayapi Masyarakat Lilirilau. 

 Reses malam itu menjadi saksi kepergian sosok yang bukan hanya seorang wakil rakyat, melainkan juga perekat sosial yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Lilirilau.

Andi Hastuti, yang sejak awal karir politiknya sudah terlibat erat dengan berbagai lapisan masyarakat, terlihat sangat terpukul saat memberikan pengumuman tersebut. 

Melihat ke belakang, perjalanan lima tahunnya sebagai anggota DPRD Soppeng terasa seperti kisah panjang di balik sebuah pengabdian.  Bersama dengan konstituennya, ia berbagi tawa, tangis, dan membangun harapan bersama.

Para pendukung yang hadir merasa kehilangan, bukan hanya seorang pemimpin, melainkan sosok yang selalu mendengar dan meresapi permasalahan masyarakat. Setiap langkahnya selalu dipandu oleh semangat untuk memberikan yang terbaik bagi dapil III Lilirilau.

Seiring lamanya waktu, hubungan yang terjalin antara Andi Hastuti dan warganya tidak hanya sebatas politik, melainkan sebuah persaudaraan yang tumbuh dari rasa saling percaya dan penghargaan. Perginya menuju Kota Makassar membawa harapan baru, namun juga meninggalkan kekosongan yang sulit diisi oleh siapapun.

Masyarakat Lilirilau pun terbelah antara rasa bangga melihat salah satu wakil rakyat  terbaiknya melangkah ke panggung politik yang lebih besar, dan kehilangan sosok yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Dalam suasana haru, mereka berharap langkah Andi Hastuti ke kota Makassar akan membawa perubahan positif tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat yang dicintainya.

Dalam perpisahannya, Andi Hastuti mencurahkan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam kepada konstituennya. Di antara kata-kata penuh emosi, ia menegaskan, setiap pencapaiannya adalah berkat amanah dan dukungan masyarakat. 

Ia berharap agar semangat kebersamaan yang telah terjalin selama ini tetap terjaga, bahkan di tengah perpisahan ini.

Malam itu, bukan hanya sebuah reses politik yang berlangsung, melainkan juga perpisahan yang menyisakan kenangan pahit manis bagi Masyarakat Lilirilau. Rasa haru dan duka tak hanya terpaut pada politik, melainkan pada perjalanan hidup dan ikatan batin yang telah terbentuk selama lima tahun.

Penulis 

Henrik 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *