Pendidikan

Lantai Beton Tulangan Bambu hingga Bak Limbah Inovasi UNM Menyasar Rumah Panggung Warga Soppeng

×

Lantai Beton Tulangan Bambu hingga Bak Limbah Inovasi UNM Menyasar Rumah Panggung Warga Soppeng

Sebarkan artikel ini

Foto (dok)


KABAR-SATU, SOPPENG — Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat di Kampung Lajarella, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten soppeng.



Program tersebut diwujudkan melalui penerapan plat lantai beton dengan tulangan bambu serta pembangunan sistem sanitasi berupa bak penampungan limbah air kotor pada fasilitas tempat cuci rumah panggung.

Kegiatan bertajuk “Penerapan Plat Lantai Beton Tulangan Bambu dan Sanitasi Bak Penampungan Limbah Air Kotor pada Tempat Cuci Rumah Panggung yang Aman Terhadap Kesehatan Lingkungan” itu menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan solusi yang sesuai dengan karakteristik permukiman dan kebutuhan warga.

Tim pengabdian diketuai Dr. Drs. Sulaiman Zhiddiq, M.Si., bersama anggota Prof. Dr. Gufran Darma Dirawan, M.EMD. dan Muliaty Yantahin, S.T., M.T. Pelaksanaan program turut melibatkan tiga mahasiswa, yakni Ainun Nisa, Rio Nur Suhada, dan Nur Azizzah.

Menurut Dr. Drs. Sulaiman Zhiddiq, M.Si,
Program yang dolaksanakan baru baru ini dilatarbelakangi kondisi fasilitas tempat cuci pada sejumlah rumah panggung yang masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam pengelolaan air bekas aktivitas rumah tangga.

Kata dia, Pembuangan yang tidak tertata berpotensi menyebabkan genangan, kelembapan, serta menurunkan kebersihan lingkungan di sekitar hunian. Karakter bangunan rumah panggung juga membutuhkan rancangan sanitasi yang mampu menyesuaikan kondisi konstruksi sekaligus lingkungan sekitarnya.

“Atas pertimbangan tersebut, tim memilih teknologi sederhana yang dapat diterapkan, digunakan, dan dirawat oleh masyarakat.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah plat lantai beton dengan tulangan bambu pada area tempat cuci. Pemanfaatan material tersebut menjadi alternatif konstruksi yang disesuaikan dengan ketersediaan bahan serta kondisi masyarakat”katanya Kamis (1/10/2026)

Menurut Sulaiman,selain memperkuat area lantai, tim membangun saluran pembuangan yang terhubung dengan bak penampungan limbah air kotor. Sistem ini berfungsi mengarahkan air bekas mencuci agar tidak langsung mengalir maupun menggenang di sekitar rumah.

“Penerapannya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing lokasi. Fasilitas tempat cuci dilengkapi area lantai yang diperkuat, saluran air, serta tempat penampungan sehingga lebih mudah digunakan dan dirawat oleh warga.”tuturnya.

Dikatanya, dalam pelaksanaannya, masyarakat mitra turut terlibat secara langsung. Warga tidak hanya menerima fasilitas, tetapi juga mendapatkan pendampingan mengenai fungsi, penggunaan, serta pemeliharaan sarana yang telah diterapkan.

Ia memyebut,, Interaksi antara tim pengabdian dan warga dilakukan melalui proses pemeriksaan fasilitas, pengecekan aliran air, hingga pemanfaatan tempat cuci dan bak penampungan. Pola tersebut menjadi bagian dari transfer pengetahuan agar masyarakat dapat menjaga keberlangsungan fasilitas secara mandiri.

“Kami berharap penerapan sarana sanitasi ini memberikan manfaat terhadap kenyamanan aktivitas mencuci sekaligus membantu mengurangi pembuangan air kotor secara langsung ke lingkungan. Upaya itu juga diarahkan untuk mendorong kepedulian warga terhadap pengelolaan limbah rumah tangga.”ujarnya.

Ia mwnambahkan, prgram tereebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program itu menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu tujuan utama.

Masyarakat diharapkan mampu menjaga kebersihan tempat cuci, saluran pembuangan, dan bak penampungan agar tetap berfungsi dalam jangka panjang.
Teknologi yang diperkenalkan juga berpotensi menjadi contoh solusi sanitasi sederhana bagi rumah panggung lain yang memiliki kondisi lingkungan serupa.”pungkasya

Pendekatan tersebut memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang mempertimbangkan kebutuhan lokal.
Kegiatan PKM Tahun 2026 ini sekaligus memperkuat sinergi antara UNM dan masyarakat dalam pengembangan teknologi tepat guna yang sederhana, fungsional, serta mudah dipelihara.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Makassar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) atas dukungan terhadap pelaksanaan program. Penghargaan juga diberikan kepada masyarakat mitra dan seluruh pihak yang berkontribusi selama kegiatan berlangsung.

Melalui kolaborasi tersebut, penerapan plat lantai beton tulangan bambu dan sistem penampungan limbah diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan rumah panggung yang lebih bersih, sehat, nyaman, serta memiliki pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan..

Heb/Adr



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *