Duta Anak Kabupaten Soppeng, Astri Ananda Siswi SMAN 5 Soppeng (kiri). foto dok )
KABAR-SATU,SOPPENG — Duta Anak Kabupaten Soppeng, Astri Ananda, menyerukan pentingnya perlindungan anak dan akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak Indonesia, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T), dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang diselenggarakan Dinas DP3AP2KB di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Kamis lalu.
Siswi SMAN 5 Soppeng ini mengatakan, perannya sebagai Duta Anak bukan sekadar gelar saja, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk memperjuangkan hak-hak anak.
“Sebagai Duta Anak, saya sadar bahwa peran saya bukan sekadar gelar, tapi sebuah tanggung jawab,” ujar sisawi kelas 12 ini Jumat (8/8/2025).
Gadis yang dipercaya menjadi suara anak-anak Kabupaten Soppeng ini menyatakan tekadnya untuk menjadi wadah harapan dan tujuan bagi anak-anak yang belum berani menyuarakan pendapat mereka.
“Saya ingin menjadi suara bagi mereka yang belum berani bicara, menjadi semangat bagi yang mulai menyerah, dan menjadi teladan bagi teman-teman,” tuturnya.
Di momentum Hari Anak Nasional 2025, Astri mengungkapkan harapan besarnya agar tidak ada lagi anak Indonesia khususnya di bumu La Temmamala yang mengalami diskriminasi atau penelantaran. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Di hari anak nasional 2025 ini, saya berharap semoga tidak ada lagi anak yang suaranya diabaikan, mimpinya dipatahkan, atau masa kecilnya direnggut,” ungkapnya.
Duta Anak Kabupaten Soppeng ini menyebut, kondisi anak-anak di wilayah 3T yang masih memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat. Ia berharap setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil, dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
“Setiap anak, di wilayah 3T bisa tumbuh dengan aman, bahagia, dan mendapat pendidikan yang layak tanpa rasa takut,” harapnya.
Astri juga mengajak seluruh anak Indonesia untuk memiliki kepercayaan diri dan keberanian dalam menyampaikan suara mereka. Ia meyakini perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan oleh generasi muda.
“Saya ingin memotivasi anak-anak lain untuk percaya pada diri sendiri, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut bermimpi. Perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil dan saya ingin menjadi bagian dari langkah itu,” pungkasnya.
Astri menambahkan, anak-anak merupakan penentu masa depan bangsa Indonesia. Olehnya itu, bagi seluruh generasi muda Indonesia ia mengajak untuk terus berjuang meraih cita-cita dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa.
“Masa depan bangsa ini ada di tangan kami, anak-anak hari ini,” pungkasnya.
Hen/Adr












