foto (ist)
KABAR-SATU, SOPPENG – Dua ruang kelas di SD Negeri 124 Paroto, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng mengalami kerusakan parah hingga dinyatakan tidak layak pakai. Puluhan siswa kelas 4 dan 5 kini terpaksa menjalani proses belajar mengajar di ruang perpustakaan dan uks.
Kepala SD Negeri 124 Paroto Andi Shafiyyul Ulum, S.Pd., mengungkapkan, kerusakan pada dinding dan lantai ruang kelas 4 sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu sebelum dirinya mengabdidi sekolah itu dan kini semakin memprihatinkan. Kondisi serupa juga dialami ruang kelas 5 yang berada di sekolah yang sama.
“Untuk sementara kami pindahkan ke ruang perpustakaan dan uks, karena para orang tua siswa juga was-was jangan sampai saat belajar tiba-tiba rubuh. Siswa kelas 4 kami pindahkan belajar di ruang uks, sementara kelas 5 di ruang perpustakaan,” ujar Shafiyyul Ulum saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).

Langkah pemindahan tersebut diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kekhawatiran akan kemungkinan ambruknya bangunan saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
Shafiyyul ulum menyebut, pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan proposal perbaikan untuk ruang kelas 4 kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi dari usulan tersebut. Sementara untuk ruang kelas 5 proposal perbaikan baru akan diajukan dalam waktu dekat.
“Untuk ruang kelas 5 sementara akan diajukan proposal untuk perbaikan,” jelasnya.
Shafiyyul menduga kerusakan bangunan dipicu kondisi tanah yang labil, sehingga mengakibatkan struktur bangunan bergeser dan tidak lagi aman untuk ditempati.
“Semoga ada realisasi dari pemerintah dengan ada perbaikan, agar keamanan anak-anak di sekolah bisa terjamin. Dimana sarana dan prasarananya bisa lebih baik,” harap Shafiyyul Ulum.
Terkait permasalahan ini sekretaris dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Soppeng Dr. Nur Alim, M.Pd., belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Sekedar diketahui, keterlambatan realisasi perbaikan berpotensi mengganggu kualitas pembelajaran dan yang lebih kritis membahayakan keselamatan puluhan siswa yang terpaksa belajar dalam kondisi darurat.
Hen














