foto (dok)
KABAR-SATU, MAKASSAR — Program Studi Arsitektur Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) menggelar Workshop Studio Perancangan Berdampak sebagai langkah strategis mempersiapkan akreditasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan arsitektur yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung Kamis pekan lalu, pukul 08.00–15.30 WITA, tersebut dipusatkan di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Dekanat FT UNM. Acara ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas serta seluruh dosen pengampu studio perancangan arsitektur.
Mengusung tema “Transformasi Studio Perancangan Arsitektur Berdampak (Impactful Design Studio)”, lokakarya ini berfokus pada evaluasi dan pengembangan kurikulum agar proses pembelajaran mampu menghasilkan karya desain yang inovatif, solutif, serta memberikan manfat bagi masyarakat dan lingkungan.
Narasumber utama dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Dr. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T., IPM., IAI.
Akademisi Departemen Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu membagikan pandangan strategis mengenai pengelolaan studio perancangan, termasuk berbagai aspek mendasar yang perlu ditetapkan oleh program studi dalam mengembangkan sistem pembelajaran arsitektur.
Salah satu isu penting yang mengemuka dalam pemaparan tersebut ialah relevansi pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam pendidikan arsitektur. Dr. Aji mengajukan pertanyaan kritis mengenai kesesuaian pendekatan berbasis capaian pembelajaran itu dengan karakteristik desain arsitektur yang memiliki kompleksitas tersendiri dan tidak selalu dapat dinilai hanya melalui indikator terukur konvensional.
Pertanyaan tersebut memantik diskusi interaktif antara narasumber, pimpinan fakultas, dan para dosen. Berbagai pengalaman empiris, pandangan kritis, serta pertukaran gagasan memperkaya pemahaman sivitas akademika mengenai tantangan dan peluang dalam merumuskan kebijakan pengembangan studio perancangan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan arsitektur masa kini.
Melalui kegiatan ini, Prodi Arsitektur FT UNM memperkuat kesepahaman internal mengenai prioritas dan tahapan pengembangan mutu pembelajaran sebagai bagian dari persiapan akreditasi. Lokakarya ditutup dengan penyerahan rekomendasi pengembangan dari APTARI dan sesi foto bersama sebagai penanda komitmen fakultas dalam mewujudkan pendidikan arsitektur yang berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
**








