foto (ist)
KABAR-SATU, SOPPENG – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri 180 Sikojang, Desa Mariorilau, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Ahlidin, S.Pd.SD, mengaku ragu mengajukan proposal renovasi sekolah karena jumlah murid yang hanya 32 orang.
Keraguan itu muncul di tengah kondisi sebagian besar atap dan plafon gedung sekolah yang rusak berat. Pihak sekolah berencana mengajukan proposal renovasi dalam waktu dekat, namun khawatir permohonan tersebut tidak masuk hitungan jika berpatokan pada jumlah siswa.
“Kami berencana mengajukan proposal, tetapi di sisi lain jika berdasar pada jumlah siswa tentu sekolah kami tidak masuk karena hanya memiliki 32 siswa saja,” pungkasnya. Selsa (13/10/2026)
Meski begitu, Ahlidin tetap berharap pemerintah memberi perhatian pada kondisi sarana dan prasarana sekolah. Menurutnya, perbaikan fasilitas sangat dibutuhkan agar lingkungan sekolah aman, nyaman, dan layak bagi murid maupun tenaga pendidik.
“Kami berharap ada perhatian renovasi secara keseluruhan demi keselamatan murid belajar,” harapnya.
Ia menjelaskan, kerusakan atap dan plafon sudah berlangsung lama dan mencapai tingkat berat. Kerusakan itu termasuk di ruang kelas 1, 2, dan 3.

“Sebagian besar atap dan plafon gedung sekolah telah mengalami kerusakan berat, termasuk ruang kelas 1, 2, 3. Selain itu, bangunan perumahan yang ditempati dapur rusak parah dan hampir runtuh.” ujarnya.
Kerusakan tersebut dikhawatirkan mengancam keselamatan murid dan tenaga pendidik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Selain atap dan plafon, sejumlah bagian bangunan lain juga dinilai membahayakan jika tetap digunakan untuk aktivitas belajar.
Kerusakan bangunan sekolah, terlebih pada atap dan plafon yang sudah tergolong rusak berat, tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan biasa. Langkah antisipatif diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan murid dan tenaga pendidik.
Pemerintah diharapkan memberi perhatian proporsional pada kebutuhan infrastruktur pendidikan, termasuk sekolah-sekolah yang membutuhkan rehabilitasi mendesak. Kondisi bangunan yang memprihatinkan jangan sampai menghambat terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman, karena sarana dan prasarana yang layak.
Hen








