Foto (ist)
KABAR-SATU, MAKASSAR — Guru Besar Bahasa Inggris Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Sukardi Weda, turut mendampingi Prof. Drs. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031, Rabu (7/10/2026).
Suwardi Annas yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM mendatangi Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) di Gedung Menara Pinisi UNM bersama sekitar 100 orang. Rombongan terdiri atas guru besar, dekan, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan fakultas, hingga mahasiswa.
Kehadiran civitas academica lintas fakultas itu memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dalam proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi.
Sejumlah profesor senior juga tampak hadir, di antaranya Ketua Majelis Profesor UNM Prof. Dr. Jasruddin, Prof. Dr. rer.nat. H. Muharram, M.Si., Wakil Rektor II UNM Prof. Hartati, serta mantan Dekan FMIPA UNM Prof. Hamza Upu.
Suwardi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kebersamaan para kolega yang ikut mengantarnya dalam proses pendaftaran bakal calon rektor.
Di antara tokoh yang mendampingi Suwardi terdapat Prof. Sukardi Weda. Kehadiran Sukardi menarik perhatian karena sebelumnya ia telah lebih dahulu mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor UNM pada Senin (28/9/2026).
Sukardi mengatakan, keputusannya mendampingi Suwardi merupakan bentuk hubungan kolegial yang telah terjalin selama bertahun-tahun dalam pengabdian di UNM. Ia mengaku menerima ajakan tersebut dengan senang hati setelah dihubungi Suwardi pada Senin malam.
“Saya menyambut gembira ajakan itu. Prof. Dr. Suwardi Annas juga kolega saya yang cukup lama bersama dalam suka duka pengabdian di UNM, baik sebagai dosen maupun sebagai bagian dari pimpinan UNM,” ujar Sukardi.
Menurutnya, hubungan kerja keduanya semakin intens ketika Sukardi menjabat sebagai Wakil Rektor UNM bidang Kemahasiswaan dan Alumni, sementara Suwardi masih dipercaya sebagai Dekan FMIPA UNM.
Sukardi menilai dinamika Pilrek UNM tidak semestinya mengikis semangat persaudaraan di antara para kandidat maupun seluruh civitas academica. Ia justru mendorong agar proses tersebut menjadi ruang untuk memperkuat soliditas, kebersamaan, dan kekeluargaan di lingkungan kampus.
“Untuk Pilrek ini, perlu saling menguatkan, saling memajukan, membangun soliditas, kebersamaan dan kekeluargaan. Inilah yang paling utama untuk menjadikan UNM sebagai perguruan tinggi yang berdampak kepada masyarakat,” katanya.
Sementara terkait pencalonannya, Sukardi menegaskan kesiapannya memaparkan visi, misi, serta program kerja strategis di hadapan civitas academica, khususnya anggota Senat UNM. Ia berharap gagasan yang ditawarkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan pada pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031.
Hen/Adr










